Berdoa adalah Berelasi dengan Pencipta

Salah satu hari dalam novena Roh Kudus. Sementara gereja sudah sepi, seorang ibu tampak tenggelam dalam doa, sambil berlutut di bangku gereja. Melihat pemandangan seperti itu, spontan keluar pemikiran: wah, ibu ini sedang menghadapi masalah dan memohon bantuan dari Allah.

Untuk beberapa orang, berdoa identik dengan memohon. Aku membutuhkan maka aku berdoa. Padahal, doa permohonan hanyalah salah satu bentuk doa. Ada bentuk doa lain seperti doa pujian, doa syukur, dan juga doa keluh kesah. Tetapi, sekali lagi, berdoa terlanjur identik dengan memohon. Lantas, apa sebenarnya makna doa yang sejati itu?

Berdoa selalu berarti berhadapan dengan Tuhan. Doa berarti berelasi dengan Tuhan. Maka doa bukanlah hal yang luar biasa. Sebagai mahluk berakal, manusia berpikir. Demikian juga sebagai ciptaan Tuhan, maka manusia juga berdoa, berelasi dengan Penciptanya. Apa artinya Allah itu Pencipta? Artinya, segala sesuatu dapat muncul karena kehendak Allah. Allah Pencipta bukanlah seperti tukang kayu: selesai bikin meja terus bisa membiarkan meja itu. Tidak. Allah Pencipta artinya segala sesuatu dapat muncul dan bertahan karena kehendak Allah. Aku dapat hidup sampai saat ini karena kehendakNya. Oleh karena itu, menjalani hidup dengan sukacita berarti mensyukuri kehendakNya. Maka, berdoa tidak pernah menggantikan perjuangan hidup. Berdoa bukanlah lari dari pergulatan hidup. Dalam doa, kita berjumpa dengan Tuhan dan mendapatkan penjelasan, kekuatan, penghiburan, untuk meneruskan perjalanan hidup kita. Lari dari perjuangan hidup untuk masuk ke dalam kuil doa berarti menyangkal panggilanku dan menolak kehendak Allah. Memohon kepada Allah berarti mempercayakan hidupku padaNya, bukan merayu-rayu atau membujuk bahkan menyuap Allah dengan doa-doa kita. Memohon berarti meyakini bahwa Allah tidak akan membiarkan ciptaanNya hancur. Maka, dalam doa permohonan, yang menjadi pusat bukanlah kebutuhan kita, tetapi tetap Allah. Berdoa, berarti menghadap Allah. Berdoa berarti semakin mengenal Allah dan kehendakNya. Amin.

3 pemikiran pada “Berdoa adalah Berelasi dengan Pencipta

  1. Susahnya Mo.. Gereja sendiripun spt nya ikut membuat org mengindentikkan doa itu dgn permohonan. spt di doa umat, setiap doa selalu ditutup dgn “Kami Mohon” or “Marilah kita Mohon” so.. yach orang jd kepikirannya berdoa adlh memohon. Dlm Novenapun sering disebut doa mohon Karunia Roh Kudus, doa permohonan kpd Hati Kudus Yesus,dll.. shg kl ada novena, yg datang rata2 adlh orng yg ingin memohon. pdhl sept yg Romo tulis, bhw doa itu bkn hny memohon,tp bs jg ucapan syukur,pujian,keluh kesah atau sharing dgn Tuhan. mungkin seharusnya kita mengubah pola pikir kita bhw ktk kita berdoa yg terutama yg hrs kita panjatkan adlh pujian kpd ALLAH yg bgt baik pd kita & ucpan syukur atas pemeliharaan NYA thdp kita.
    Saya senang dgn doa umat dlm misa novena pentekosta yg ditutup dgn “Dan jd baru seluruh muka bumi”. Sebuah pengharapan untuk hidup lebih baik..
    (pengharapan dan permohonan dlm doa sama gak ya Mo… Jd bingung :P)

    Tks.. Mo…
    TYM… BMM…

  2. Setuju dg komentar mbak Yeni… kdg gereja jg “membenarkan” klu novena sll = meminta/memohon sesuatu (spti ‘teks’ Novena tiga kali Salam Maria). Umat jd terbiasa dtg Novena dg permohonan ttt…. Novena yg sifatnya penantian (spt Novena Roh Kudus, Novena persiapan Natal) menjadi kurang diminati krna di gereja saya tidak memberi “ruang” utk intensi pribadi.

  3. Oh iya Romo, hari ini saya diingatkan kembali pd suatu cerita yg tiap kl membacanya saya sll merasa sangat terharu : kisah ttg seorang lelaki yg tiap tengah siang hari datang ke geraja dan berdoa demikian : “Aku datang lagi untuk mengatakan kepada-Mu, ya Tuhan, betapa bahagia hatiku,
    sejak kita saling bersahabat dan Engkau menghapus dosa-dosaku. Tak tahu aku
    bagaimana harus berdoa, tetapi, aku memikirkan Engkau sepanjang hari. Jadi,
    Yesus, ini aku, Jim sekedar mampir, hari ini.”

    TYM-BMM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s