Gereja para Rasul = Gereja Spiritual tanpa ajaran iman yang jelas?

Banyak orang beranggapan bahwa Gereja para Rasul adalah Gereja yang bercorak spiritual belaka tanpa suatu ajaran iman. Ajaran iman yang jelas adalah ciptaan orang-orang Kristen pada abad-abad selanjutnya. Benarkah demikian?

Anggapan bahwa Gereja para Rasul sekedar Gereja spiritual tanpa suatu ajaran iman yang jelas tidak dapat diterima karena paling tidak dua alasan:

  1. Sejak awal mulanya, Gereja para Rasul adalah Gereja yang mempercayai, mengakui, dan mewartakan suatu keyakinan iman. Keyakinan iman yang dipercayai ini tidak hanya berhenti sebatas keyakinan dalam hati dan roh, tetapi akan mencari pengungkapannya atau pengakuannya dalam beragam wujud: dalam doa-doa dan liturgi, dalam kotbah-kotbah, dalam praktek hidup sehari-hari, dan setersunya. Tanpa adanya ajaran iman yang jelas, tidak mungkin Gereja para Rasul menjadi Gereja yang mempercayai, mengakui, dan mewartakan imannya yang khas. Tanpa adanya ajaran iman yang jelas, Gereja tidak akan berbeda dengan Yudaisme.
  2. Kitab-kitab dalam Perjanjian Baru sendiri adalah dokumen dogmatis, atau dokumen yang mengungkapkan keyakinan iman para murid Yesus. Maka, kitab-kitab itu sendiri mengandung ajaran iman pula. Sudah lama diterima bahwa kitab-kitab dalam Perjanjian Baru bukanlah catatan biografi atau rekaman belaka dari peristiwa masa lampau. Kitab-kitab dalam Perjanjian Baru adalah sebuah buku iman dan harus dibaca dengan iman juga. Dari kitab-kitab Perjanjian Baru dapat kita temukan bagaimana rupanya sejak zaman para rasul sudah ada ajaran Kristen yang harus dijaga dan diteruskan dalam Gereja. Ajaran iman ini disebut dengan beragam istilah:
    1. Sebagai suatu kumpulan ajaran yang diteruskan dan dipelihara: supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yudas 1:3); Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar daripadaku sebagai suatu contoh ajaran yang sehat (2Tim. 1:13); Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakanNya kepada kita (2Tim. 1:14); Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka supaya menjadi sehat dalam iman (Titus 1:13)
    2. Sebagai Firman Hidup: …tentang Firman Hidup, itulah yang kami tuliskan kepadamu (IYoh. 1:1); sambil berpegang pada firman kehidupan (Filipi 2:16); …beritakanlah seluruh firman hidup kepada banyak orang (Kis. 5:20).
    3. Paulus sendiri menggunakan beragam istilah:
      1. i. Tradisi: perpeganglah pada ajaran-ajaran (tas paradoseis=tradisi-tradisi) yang telah kamu terima (2Thess. 2:15)
      2. ii. Doktrin: …dengan segenap hati telah menaati pengajaran (tupon didakes=sebarisan doktrin) yang telah diteruskan kepadamu (Rom. 6:17)
      3. iii. Injil: aku mengingatkan kamu akan Injil yang telah kuberitakan kepada kamu (1Kor. 15:1)
      4. iv. Iman: sekarang memberitakan iman yang dulu hendak dibinasakannya (Gal. 1:23)
      5. v. Kotbah-memberitakan Injil: Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya pada kebodohan pemberitaan Injil (1Kor. 1:21)

Apa maknanya bagiku sekarang ini? Dulu, Gereja para Rasul sangat menekankan pentingnya mengenal, memelihara, dan melaksanakan ajaran Gereja. Orang beriman pada Yesus tidak cukup berbuat baik. Dia juga tahu ajaran yang benar. Sudah akrabkah aku dengan ajaran Gerejaku?

3 pemikiran pada “Gereja para Rasul = Gereja Spiritual tanpa ajaran iman yang jelas?

  1. Mo.. aneh aja kalau orang punya anggapan seperti itu..
    Bukankah suatu kehidupan spiritual akan muncul kalau kita mempunyai iman?
    bagaimana mungkin orang akan punya hidup spiritual tanpa dia punya iman?
    begitu juga dengan Gereja para Rasul, gak akan mungkin hidup, bahkan berkembang seperti sekarang, jika hanya mengandalkan hidup spiritual mereka tanpa ada ajaran iman. Bagaimana caranya mereka meyakinkan orang2 dengan hidup mereka, tanpa adanya ajaran iman yang benar.
    karena ada ajaran iman itulah makanya orang bisa meyakini mereka, bahkan kitapun juga mengimaninya sampai sekarang walaupun kita tidak pernah mendengar dan mempelajarinya langsung dari para Rasul.

    Tks Mo.. untuk renungannya hari ini…
    kalau bisa rutin donk Mo.. nulisnya…
    hehehehehhe….

    TYM…. BMM….

    1. ada loh yang berpikir begitu. Umumnya, mereka adalah golongan yang tidak mau menerima bahwa ajaran yang kita yakini saat ini berasal dari para Rasul. Misalnya, mereka menganggap bahwa ajaran tentang Trinitas bukan berasal dari para rasul. Atau anggapan bahwa Gereja Perdana/Gereja para Rasul itu serba spontan, serba karismatis, tanpa struktur dan ajaran yang jelas. Bagian selanjutnya dari tulisanku akan mendalami hal-hal ini. Terima kasih sudah mau membaca dan menanggapi. Moga berguna. TYM-BMM

  2. Ok… Mo… saya tunggu tulisan selanjutnya yach…
    tapi jangan kelamaan Mo… Keburu lupa..🙂
    Trimakasih juga ud buat blog ini..
    bukan hanya moga berguna Mo.. tp bener2 berguna bagi saya.. ilmu saya jd nambah… tp bukan ilmu boxer 0r meringankan tubuh Mo… apalg ilmu paranormal…😀
    TYM… BMM…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s