Harapan-sukacita tidak sama dengan Keinginan-rasa senang

Kegembiraan dan harapan tidak pernah dapat dipisahkan. Tidak ada orang yang mempunyai harapan tetapi wajahnya muram. Atau sebaliknya, tidak ada orang yang bergembira tetapi kehilangan harapan. Akan tetapi perlu dibedakan antara harapan dengan keinginan hati, dan kegembiraan dengan rasa senang. Keinginan hati dan rasa senang biasanya berkaitan dengan satu hal atau peristiwa. Kita ingin cuaca cerah; kita ingin jalanan tidak macet; kita ingin setiap orang menghargai kita. Kalau yang kita inginkan terjadi, kita merasa senang. Namun, harapan dan kegembiraan adalah anugerah-anugerah rohani yang berakar pada hubungan yang erat dengan Allah Bapa yang setia pada kita. Kita berharap pada Allah maka kita bergembira, juga kalau keinginan kita tidak terpenuhi. Justru pada waktu seseorang mengalami penolakan atau ditinggalkan, ia dipaksa untuk berpaling kepada Allah dan berseru:”Engkaulah satu-satunya harapanku, Engkaulah satu-satunya sumber kegembiraanku.” Pada waktu orang tidak lagi dapat mengandalkan dukungan-dukungan yang duniawi, ia disadarkan bahwa dukungan sejati dan rasa aman yang benar berasal dari Allah. Sering kita dipaksa untuk menyadari bahwa yang kita yakini sebagai harapan dan kegembiraan sebenarnya tidak lain adalah keinginan untuk berhasil dan menerima balasan. Keinginan seperti ini mencerminkan egoisme kita. Meskipun terasa pahit, kesadaran ini dapat membawa kita ke dalam pelukan Allah yang merupakan sumber sejati seluruh harapan dan kegembiraan kita.

Bunda Maria tahu, pada siapa dia harus berharap dan menggantungkan sukacitanya. Ketika dunia memandang sedih kepada sang Bunda yang memeluk Allah Putra di bawah salib, dari kedalaman hatinya Bunda tahu bahwa peristiwa salib bukanlah akhir segalanya. Bunda percaya pada janji Allah, bahwa PutraNya akan menjadi raja segala raja, penyelamat umat manusia. Maka, pandangan batin Bunda Maria menembus peristiwa salib untuk memandang kebangkitan.

Tuhan Yesus Memberkati – Bunda Maria Melindungi.

Satu pemikiran pada “Harapan-sukacita tidak sama dengan Keinginan-rasa senang

  1. JEZU UFAM TOBIE

    YESUS, ENGKAUlah Andalanku…

    kalau YESUS yang menjadi andalan kita…
    apalagi yang klita takutkan.. coz DIA pasti akan selalu menjaga kita…

    bersandar pada YESUS adalah tempat teraman di dunia…

    Amien…

    Tks.. Mo…

    TYM… BMM…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s