Janganlah engkau menghakimi

Ukuran yang engkau pakai akan diukurkan padamu

Orang yang cenderung menghakimi dan menilai sesamanya biasanya cenderung takut dihakimi dan dinilai sesamanya. Penghakiman yang dia buat menjadi sebentuk pertahanan diri atas ancaman kritik dan penilaian dari orang lain. Menyerang adalah pertahanan yang terbaik. Teori ini bukan saja berlaku untuk permainan sepak bola, tapi juga kerap dipakai dalam pergaulan antar pribadi. Ketakutan jadi sumber kekerasan. Hanya orang yang bebas dari ketakutan untuk dinilai yang tidak suka menghakimi sesamanya. Orang macam ini tidak takut dinilai karena akrab dengan penilaian dari atas, yang tidak punya kepentingan selain kebahagiaan manusia, yang tidak mencari muka karena Dialah Yang Maha Kuasa. Tuhan Yesus Memberkati Bunda Maria Melindungi.

Kuterima hangat mentari pagi ini
Kunikmati terangnya atas bumi
Dia tak bertanya
Jasa apa kupunya
Dia tak menegur
Dosa apa kubuat
Sinar dan hangatnya
Tercurah begitu saja
Lambang kebesaran
Dan kebijakan PenciptaNya

6 pemikiran pada “Janganlah engkau menghakimi

  1. Sungguh…
    KasihNYA tercurah buat siapa saja
    CintaNYA diberi kepada semua
    Tanpa menghitung jasa
    Tak juga memandang dosa

    DIA hakim yang sangat bijaksana
    karena kasihlah dasar hukum NYA

    1. Hakim yang baik menyiapkan berkas selengkap-lengkapnya untuk pengadilan. Kita manusia tidak akan pernah mampu menyediakan berkas atas pribadi sesama kita untuk dapat membuat pengadilan yang baik. Jadi, daripada capek, serahkan saja kepada Tuhan ya…. TYM-BMM

      1. Setuju Mo…. Berkas kita dan berkas sesama hanya DIA yang tahu…
        Jadi : serahkan pada ALLAH hak untuk mengadili (hehehehe.. sory nyontek…)

  2. Kadang-kadang kita memang perlu di nilai gak ya Mo..
    untuk kita bisa mengetahui kekurangan atau kesalahan kita? kan yang bisa melihat orang lain.. karena seringnya kita tidak mengetahui apa kekurangan dan kesalahan kita kalau tidak dinilai atau diberitahukan orang lain..
    tapi mungkin memang memberitahukannya dengan tidak menghakimi ya Mo?🙂

    Tks Mo… renungannya hari ini…
    RRruuaaarrr biasa…

    TYM… BMM…

    Mo..
    Puisinya dikumpulin ya..
    trus dibuat buku “KUMPULAN PUISI RM.UUT”
    coz puisinya bagus2 n indah2 Mo..
    kl da jadi ntar buat saya 1 (free ya Mo..)
    Ok ok… Mo…
    hehehhe…

    but.. serius Mo…
    Puisinya dikumpulin.. n jadiin buku..🙂

    1. yang dinilai bukan pribadi manusia Yenn, tapi luarnya: bicaranya, perbuatannya, konsep atau pikirannya. Pribadi manusianya hanya Tuhan yang menilai. Betul apa betul…..??? Soal buku kumpulan puisi: ah, belum deh. Ntar kalo dah banyak yang bagus baru dibuat. Trims buat sarannya. TYM-BMM

    2. Aaahhh… betul… betull.. betullll… Mo… (sambil angguk2 kayak Ipin )
      yang dinilai memang luarnya.. karena pribadi kita hanya Tuhan yang tahu..
      berarti kalau di dalam pribadi kita sudah ada Tuhan Yesus, luarnya juga harus mencerminkan Tuhan Yesus kan Mo..???
      Saya udah lom yach… ??? (…bingung…)

      Janji yach.. Mo..
      kalau da banyak.. puisinya dijadiin buku..
      (saya doain Mo.. jadi buku.. coz nanti kan dibagi ma Romo…1..)
      hehehehhe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s