Sang Tamu Agung Dalam Kamar Tamu Ingatan Kita

Sabtu, 25 September 2010

Bac I : Pkh 11:9-12:8

Injil : Luk 9:43b-45

Mari kita bayangkan ingatan kita seperti ruang tamu. Apa yang kita ingat adalah tamu yang kita undang masuk ke ruangan itu. Apa atau siapa yang paling sering kita ajak masuk ke ruang tamu ingatan kita ? Biasanya , yang menjadi tamu adalah setiap hal yang kita inginkan , kita rindukan, kita harapkan.

Bacaan pertama hari ini berisi sebuah pengajaran kepada orang muda : ingatlah akan Tuhan Allahmu di masa mudamu. Penulis kitab Pengkotbah memahami masa muda sebagai masa istimewa untuk dekat dengan Tuhan ; membuat Tuhan menjadi tamu utama di kamar tamu ingatan mereka. Pengajaran ini berlawanan dengan sikap umum masa kini yang mengajarkan untuk berfoya-foya di masa muda, mengumpulkan harta di masa tua, dan masuk surga ketika ajal tiba. Paham ini begitu kuat khususnya di Negara-negara maju di mana orang muda semakin jarang ditemui di gedung gereja sementara banyak orang jompo ada di sana.

Berakrab ria dengan Tuhan harus dimulai sejak masa muda, agar semuanya tidak menjadi sia-sia. Dekat dengan Tuhan adalah sebuah perjalanan, sebuah proses yang menurut kitab Pengkotbah tidak boleh ditunda-tunda pelaksanaannya. Maka ingatlah akan Tuhan. Undang Dia menjadi tamu agung di ruang ingatan kita ; menjadi harapan kita ; harta warisan yang paling berharga yang kita inginkan. Bagaimana mengenangkan Dia ?

Dalam liturgi Ekaristi kita mendengarkan sendiri perkataan Yesus : kenangkanlah Aku dengan merayakan peristiwa ini. Merayakan Ekaristi adalah cara paling istimewa untuk mengenangkan Tuhan, sebab inilah perintah Tuhan sendiri. Dia ingin dikenangkan dalam sebuah perjamuan bersama. Dia ingin hadir di dalam persekutuan antara kita dan saudara-saudara sepengharapan. Dia ingin sekali lagi dan lagi dan terus sepanjang waktu dikenang sebagai Tuhan yang menyerahkan Diri untuk kita , seperti bacaan Injil hari ini : ketika banyak orang melihat kemuliaan Allah dalam mukjijat yang dibuat Yesus, Tuhan berpaling kepada para muridNya dan meminta mereka untuk meresapkan dalam hati bahwa Putera manusia harus diserahkan ke dalam tangan manusia.

Dia ingin menjadi tamu agung yang berdarah dan menderita untuk kita. Dia ingin menjadi tamu sekaligus hadiah yaitu DiriNya sendiri. Dia ingin memenuhi ruang ingatan kita supaya akhirnya kita sadar bahwa sesungguhnya, Dialah sang Tuan Rumah , pemilik ingatan kita, harapan dan seluruh hidup kita.

Tuhan ingin menjadi tamu agung di ruang ingatan kita yang membawa hadiah istimewa yaitu DiriNya sendiri untuk memenuhi kamar tamu kenangan kita dengan DiriNya hingga kita menjadi milikNya, karena ingatan kita, hati kita menjadi milikNya, dan kita adalah tamu-tamu kesayanganNya.

Iklan

Satu pemikiran pada “Sang Tamu Agung Dalam Kamar Tamu Ingatan Kita

  1. Hi.. Mo Ut…
    Akhirnya…..
    senang sekali.. renungan Romo muncul lagi..
    lama banget sich…
    hehehehhe….

    Saya senang dengan Kitab Pengkotbah Mo..
    ketika pertama kali baca Kitab Pengkotbah, saya merasa ini kitab koq isinya kayak gini, kitabnya pesimis banget.. kayak mengajak orang berputus asa.. apalgi kata pertamanya tentang kesia-siaan, segala sesuatu adalah sia-sia.. sepertinya apa yg kita lakukan gak ada gunanya..
    tapi semakin dibaca,maknanya dalam banget.. ternyata apa yang kita lakukan kalau dilakukan untuk dunia, itulah yang sia-sia, tapi jika kita lakukan untuk Tuhan dan di dalam Tuhan dengan takut dan selalu berpegang padaNya, gak ada sesuatu yang sia-sia dalam hidup ini..

    Seperti Yesus yang wafat di kayu salib, para murid pada awalnya merasa sia-sia mengikuti Dia, tapi ketika Dia bangkit, harapan itu muncul kembali dan harapan itu terus hidup sampai sekarang.. dalam hati kita dan seluruh hidup kita.. dan tidak ada yang sia-sia dengan pengobanan Yesus, bahkan sampai sekarang Dia tetap memberikan diriNya untuk kita..

    Mo.. Tks.. untuk renungannya..
    Btw.. Mo… gak mau aahh.. jadinya tamunya Tuhan Yesus.. kalau tamu kan bisa datang dan pergi.. mau jadi Kekasi Jiwanya Tuhan Yesus aja..
    kalau Kekasih Jiwa kan gak pergi2
    hehehehehehhee……

    oh yach.. satu lagi Mo…
    lupa or gak ingat or lagi gak mood.. Mo…
    Puisinya maaannnnaaaa…..???

    :))

    nb. maaf komentnya kepanjangan ya Mo..
    tapi jangan pusing yach.. bacanya..
    wkwkwkwkwkkwk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s