Kemenangan Rohani

Rabu, 29 September 2010

Dan 7:9-10,13-14

Yoh 1:47-51

Hari ini adalah Pesta Para Malaikat Agung. Dalam iman kita, malaikat adalah ciptaan Allah yang punya tugas melaksanakan kehendakNya. Entah disadari entah tidak, benih-benih keyakinan kita akan hadirnya kenyataan rohani di sekitar kita, sudah ditanamkan lewat kisah tentang para malaikat yang kita dengarkan sejak kecil : ada malaikat pelindung yang selalu menemani kita, mendorong kita melakukan kehendak Tuhan dan menjauhi laranganNya, membantu kita melawan tipu daya iblis, dan sebagainya. Kisah seperti ini memudahkan kita untuk menyadari bahwa di balik setiap hal yang biasa kita alami dalam kehidupan sehari-hari, ada kenyataan lain yang lebih bersifat rohani dan karena itu tidak kasat mata. Dunia roh itu ada.

Dan bacaan-bacaan hari ini mau menekankan itu. Kitab Nabi Daniel dan Wahyu ditulis dengan latar belakang penderitaan yang dialami oleh orang beriman karena penindasan orang yang tidak mengenal Tuhan. Mungkinkah Allah membiarkan orang-orang yang mengasihiNya menderita ? Apakah Allah kalah oleh kuasa-kuasa berhala yang disembah dan digunakan oleh orang-orang kafir : sihir, tenung, santet, jampi-jampi ?Baik kitab Daniel maupun kitab Wahyu ditulis untuk menguatkan orang beriman yang menderita karena hal-hal di atas. Kedua kitab itu mau mengatakan bahwa kekalahan di dunia ini bukanlah akhir segalanya. Alasannya satu : waktu dan sejarah bukan berada di tangan orang-orang kafir dan kuasa-kuasa sembahan mereka. Tidak ada sihir, jampi, mantra, santet atau iblis sekaliber paling hebat sekalipun yang dapat menghentikan jalannya sejarah. Kata akhir tidak terletak di tangan mereka. Kata terakhir ada di tangan Allah yang bertahta di atas tahta dengan roda-roda apinya. Kemenangan rohani sudah terjadi di pihak Allah dan para malaikatNya. Dunia dan ségala yang terkurung dalam ruang dan waktu masih harus berjuang agar kemenangan rohani Kerajaan Allah menjadi kenyataan juga di dalam hidupnya.

Perjuangan ini mutlak dan tidak mudah. Penderitaan akibat perjuangan ini bukannya tanpa makna. Malah, menurut kitab-kitab ini, penderitaan yang ditimbulkan oleh musuh-musuh Tuhan atas pengikutNya  diubah menjadi jalan menuju kesempurnaan : mereka, orang-orang beriman yang menderita karena imannya , mencuci jubah mereka, hidup mereka, agar jadi lebih putih dan sempurna, dengan darah Anak Domba. Jalan Yesus adalah jalan orang-orang beriman. Jika Tuhan Yesus dibuat menderita dan wafat, dan karena itu sampai pada kesempurnaanNya, demikian juga setiap orang beriman akan terasah hidupnya karena derita. Semakin dalam derita merasuki hidupmu, semakin dalam pula kebahagiaan dan kemuliaan memenuhi hidupmu.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s