Tuhan

Selasa, 5 Oktober 2010

Gal 1:13-24,

Luk 10:38-42

Ketika Yesus sedang berjalan bersama para muridNya…

Banyak orang mengaku ber-Tuhan, beragama, beriman. Tetapi, mengapa dunia tetap penuh dengan kejahatan : dari manusia yang satu atas manusia yang lain ; atau dari manusia yang satu atas isi alam ini. Berhadapan dengan kenyataan ini, pantaslah diajukan sebuah tanya : iman macam apa yang dihayati kebanyakan orang ? Atau lebih tepatnya, Tuhan macam apa yang dianut oleh kebanyakan orang yang mengaku diri beragama ? Sepenggal kalimat yang dikutip dari Injil hari ini mengajarkan sesuatu yang pasti tidak enak untuk kebanyakan orang : Tuhan yang diimani orang Kristen adalah Tuhan yang harus diikuti. Mereka yang mengaku diri sebagai penyembahNya harus mau menempatkan diri sebagai pengikutNya. Pengikut atau para murid berarti : orang-orang yang berjalan di belakang sang Guru dan Tuhan, bukan memilih jalannya sendiri-sendiri. Di zaman sekarang, Tuhan seperti ini tidak bakal laku. Ketika kebebasan pribadi menjadi berhala, campur tangan pihak lain atas kehidupanku adalah sebuah ketidaknyamanan dan pelanggaran. Termasuk campur tangan Tuhan. Ada kecenderungan untuk mengurung Tuhan tidak saja di dalam tempat-tempat suci tetapi juga di dalam rumusan-rumusan indah dan bagus tetapi jauh dari pergulatan hidup. Tidak demikianlah halnya dengan Tuhan yang diwartakan Injil hari ini : kalau kau mengakui sebagai penyembahKu, ikutilah Aku ; berjalanlah di belakangKu, jadikan Aku yang utama…

Kerap perintah ini tidak didengarkan. Kerap orang berlaku seperti tuan atas Tuhannya : kalau Engkau mau aku tetap berdoa ya Tuhan, kalau Engkau mau supaya aku tetap ke gereja, tetap memberikan kolekteku, maka turuti kemauanku, kabulkan doa-doaku. Simon Petrus pernah melakukan itu ketika menegur Yesus dan menolak pilihan Yesus untuk menderita ; orang kaya di dalam kisah Lazarus juga melakukan hal yang sama ketika memerintah Abraham. Dalam Injil hari ini, Marta yang kena giliran. Merasa diri berjasa dengan karya dan kesibukannya, Marta merasa berhak menyuruh Yesus : suruhlah Maria untuk membantu aku. Apa penyebab orang berani menjadi tuan atas Tuhannya ? Jawab Yesus : kekhawatiran dan kesibukan. Lalu bagaimana mengikuti Yesus kalau yang diikuti sudah tidak kelihatan lagi ?

Maria telah mengambil tempat yang terbaik : mendengarkan. St Lukas menunjukkan jalan kepada jemaatnya untuk mengikuti Yesus dengan cara mendengarkan sabdaNya, merenungkannya , dan mewujudkannya dalam kehidupan.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s