Sibuk berdoa dan beramal

Selasa, 12 Oktobeer 2010

Gal 5:1-6,

Luk 11:37-41

 

Hidup beriman banyak ragam ungkapannya: dari doa berdoa sampai pelayanan amal kasih; dari altar di gereja sampai pelosok perkampungan kumuh kampung nelayan. Bacaan pertama dan Injil hari ini mengajarkan supaya orang beriman jangan mempersempit keimanan mereka pada upacara semata: Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih (Gal. 5:6). Bukan berarti upacara kegamaan tidak penting. Upacara keagamaan menjadi penting kalau ia dihubungkan dengan perjuangan hidup orang beriman sehari-hari. Seperti perayaan Ekaristi: simbol utamanya adalah roti dan anggur, Terpujilah Engkau ya Tuhan Allah semesta alam sebab dari kemurahanMu kami menerima roti yang kami persembahkan ini. Inilah hasil dari bumi dan usaha manusia yang bagi kami menjadi roti kehidupan… Roti dan anggur adalah lambing perjuangan hidup kita setiap hari, yang di dalam perayaan Ekaristi akan dibukakan maknanya yang paling dalam yaitu sarana kehadiran Allah. Melalui perjuangan kita, kerja kita, belajar kita, Allah ingin menyempurnakan dan menyelamatkan dunia. Setiap upacara keagamaan yang tidak dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari dan tidak mampu memberi tenaga untuk semakin gigih bekerja demi dan dalam namaNya, bukanlah upacara rohani yang sejati.

Dalam bacaan Injil, Yesus menegur sikap orang Farisi yang sibuk mengenai detil upacara kegamaan tapi lupa maknanya yang terdalam. Upacara keagamaan tanpa disertai perbuatan amal kasih kehilangan maknanya. Upacara itu malah dapat menjadi tujuan pada dirinya sendiri: ia menjadi berhala. Sebab itu, Tuhan mengingatkan orang Farisi akan Allah Pencipta: Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?( Luk 11:40). Dan ingatan akan Allah langsung diikuti perintah untuk beramal: berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu (Lk. 11:41).

Mari kita tingkatkan cinta kita akan kegiatan rohani, khususnya di bulan Rosario ini, sambil mohon kepada Tuhan supaya kasih kita pada sesama ditambahkan. Sesama adalah bangku ujian kematangan iman kita.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s