Kebijaksanaan

Jumat 15 Oktober 2010

Ef 1:11-14,

Luk 12:1-7

Takut akan Allah adalah awal kebijaksanaan (Amsal 1 :7)

 

Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, yang disebut oleh Tuhan Yesus dalam Injil hari ini, adalah orang-orang terhormat. Meraka adalah simbol kebijaksanaan hidup, teladan dan standard kebaikan. Inilah cermin orang-orang yang dipandang baik oleh Allah. Paling tidak, begitulah orang-orang Yahudi yang hidup di zaman Yesus menilainya. Akan tetapi, penilaian itu runtuh oleh ajaran Yesus di hadapan ribuan orang hari ini. Justru apa yang dianggap sebagai teladan kebaikan oleh Yesus dijadikan sesuatu yang harus diwaspadai. Yesus tidak menilai orang-per-orang, tetapi sikap ‘munafik’ mereka. Apa itu sikap munafik yang harus diwaspadai ? Menurut St Thomas Aquinas, kemunafikan terdiri atas dua unsur : keinginan akan kebaikan dan keyakinan bahwa kebaikan itu sudah dicapai dengan kekuatannya sendiri. Kalau dua hal ini ada di dalam diri seseorang, dia akan merasa lebih baik dari yang lain, dia tidak lagi butuh rahmat Tuhan, dan bahkan tidak butuh Tuhan lagi. Satu hal yang paling dia takuti : reputasinya sebagai orang baik akan ternoda. Jadi, dia tidak takut akan Allah tetapi takut akan orang atau kejadian yang membalikkan keyakinannya bahwa dirinya sudah baik. Itu sebabnya, perintah untuk waspada terhadap kemunafikan disusul oleh seruan untuk takut akan Allah. Hanya takut akan Allah lah yang membawa kebaikan sejati dalam hidup. Hidup baik berarti hidup secara bijak. Dan di dalam iman Kristen, hidup bijak tidak pernah lepas dari hidup penuh kasih, sebab Allah adalah kasih. Kebenaran dan kebaikan tanpa iman akan berujung pada kekejaman. Tetapi, iman yang dilakukan dalam kasih akan membawa kebenaran dan kedamaian.

Apa wujud takut akan Allah itu ? Wujud konkritnya dapat dipelajari di seluruh Kitab Suci, khususnya  Kitab Amsal, misalnya. Di sana ada banyak nasihat untuk menjalani hidup sebagai wujud dari takut akan Allah. Misalnya : belajar dari semut untuk hidup secara rajin dan tekun. Pada intinya, takut akan Allah berarti menyandarkan penilaian akhir di tangan Allah dan bangku ujiannya adalah sikap penuh kasih terhadap sesama.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Iklan

3 pemikiran pada “Kebijaksanaan

  1. Tks Mo…renungannya..
    Studinya gmana, lancar kan Mo..???

    Nanya donk Mo… (nanya mulu d perasaan 🙂 )

    Saya pernah dengar dari teman saya (dia dr abbalove), katanya kitab Amsal adlh kitab harian, karena di kitab itu ada 31 pasal, jadi pasal 1 u/ tgl 1, pasal 2 u/tgl 2,dstnya..
    kitab ini juga adalah nasihat dr bapa kpd anak-anaknya, dan di pasal terakhir adalah nasihat dari ibu kpd anaknya dan nasihat/puji2an suami kpd istri.

    bener gak sich.. Mo??

    coz saya jg sering ngomongin gt ma teman2 saya..
    saya suka bilangin ke mereka, baca Kitab Amsal untuk anak-anak mereka..

    maklum Mo.. takut salah..

    ;D

    Tks.. Mo…

    Tuhan Yesus Memberkati
    Bunda Maria Melindungi

  2. hehehe, gak papa. Lebih baik bertanya daripada salah… Yang jelas, kitab Amsal bukan kitab harian karena ada 31 pasal. Penulisan pasal dalam kitab suci baru terjadi beberapa ribu tahun setelah kitab-kitab PL ditulis. Tetapi, ide ini boleh juga, untuk mendorong orang membaca kitab suci (amsal) setiap hari. Kitab Amsal adalah kumpulan kebijaksanaan dari negeri-negeri timur tengah, yang disusun dan disesuaikan dengan iman bangsa Israel. Ada sebutan, anakku dalam kitab itu. Bukan berarti kitab dari bapak atau ibu untuk anaknya, tetapi dari guru kepada murid-muridnya juga. Kan di kelas, kalau bapak ibu guru ngajar juga manggil muridnya dengan anak-anak… Apa pun itu, kitab amsal bagus untuk dibaca. Baca ya…

    1. Oc… Mo…

      Tks atas jawabannya…

      tapi Mo.. kalau saya tetap mengatakan seperti itu ke teman2 yg lain, saya salah gak yach.. Mo…
      saya bohong gak…???
      jangan sampai saya bohong Mo…
      takut dosanya tambah banyak..
      hehehehehe…..

      tks.. Mo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s