AAG Rohani

Sabtu 16 Oktober 2010

Ef 1:15-23,

Luk 12:8-12

(A) : Mau ke mana bu, mau ke pasar ya ?

(B)   : Enggak, saya mau ke pasar kok…

(A) : Oooo, saya pikir ibu mau ke pasar…..

Kata orang Jakarta, inilah jadinya kalau salah satu rekan dialog adalah orang yang bolot. Bolot di sini bukan berarti kelemahan fisik atau pun kelemahan kejiwaan yang disengaja. Bolot di sini berarti sikap gak mau tahu, gak mau peduli, alias AAG : Auk Ah Gelap. Sikap AAG bisa dipraktekkan kalau memang diperlukan, misalnya untuk menghindari beban stress. Kadang ada waktunya untuk mengambil jarak dari pekerjaan. Tetapi, dalam hidup rohani, sikap AAG ini sangat sangat berbahaya, sebab dikategorikan oleh Tuhan Yesus sebagai : dosa yang tidak dapat diampuni.

Dosa adalah ketidakpedulian akan komunikasi dengan Allah. Dosa adalah putusnya relasi dengan Allah. Menghujat Roh Kudus berarti menolak semua sarana yang dipakai oleh Roh Kudus untuk membawa kita sampai kepada pertobatan, sampai pada kebaikan, sampai kepada hidup yang bermakna. Roh Kudus, dalam Injil Lukas, adalah buah Paskah : hanya setelah salib dan kebangkitan serta kenaikan Yesus, Roh Kudus dapat dicurahkan. Dosa melawan Roh Kudus berarti menyangkal ségala kebaikan Allah yang mengundang manusia untuk bertobat; undangan yang nampaknya bersifat manusia tetapi di belakangnya ada insprasi Roh Ilahi.

Pertanyaannya untuk kita : apa saja yang membuat kita tuli untuk mendengarkan Roh Kudus melalui para saksiNya baik itu yang ada di dalam Gereja maupun yang ditemukan di dalam tanda-tanda zaman ? Lalu pertanyaan berikutnya : apakah sebagai para pengikut Yesus, Gereja sungguh telah serius berdoa mohon Roh Kudus hingga kesaksiannya adalah cerminan suara Allah dan bukan sekedar pencarian akan pengakuan dunia ; mengejar nama dari manusia belaka ?

 

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

6 pemikiran pada “AAG Rohani

  1. Oke dech romo……..
    Moga sikap AAG baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama tidak semakin menjamur….walaupun situasi dunia saat ini khususnya Indonesia memang semakin membuat orang bersikap AAG……..
    Bagaimana cara mengatasi situasi ini ?
    Pembekalan rohani bagi generasi muda amatlah penting dan perlu dapat perhatian khusus…….
    Bagaimana menurut romo ?

  2. Hehe, Marita, lamo tak bersuo… Ya betul, AAG rohani jadi kendala terbesar. Kenapa dunia seolah gak berubah walah sang Mesias sudah datang? Ya karena sikap AAG rohani in meraja. Tetapi yakinlah, benih Kerajaan Allah sudah mulai tumbuh dalam kesederhanaannya. Bagaimana mengatasi AAG? Wah, tiap orang punya resep yang beda. Tapi dari tradisi Gereja ada beberapa tuntunan, salah satunya ini: ikuti sakramen, khususnya ekaristi dan renungkan Kitab Suci…. keheningan untuk dapat mendengar; displin hidup dalam rangka tobat terus menerus; dan berjalan bersama Gereja bukan cari tujuan sendiri-sendiri… Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

  3. Tks Mo…

    Mudah2an Mo..saya bisa mengurangi sikap AAG saya, sehingga tidak menjadi semakin parah atau malah berubah menjadi EGP.. doain ya Mo..

    Btw.. AAG sama gak yach ma EGP??😛

    nanya lagi nich… Mo…

    kenapa kalau kita menghujat Roh Kudus, kita tidak akan diampuni, tapi kalau kita melawan Anak Manusia (Yesus) kita masih diampuni, padahal Roh Kudus itu adalah Roh Yesus sendiri..
    bukankah berarti kalau kita menghujat Roh Kudus kita juga menghujat Yesus, atau klau kita melawan Yesus kita juga melawan Roh Kudus, karena Mereka adalah satu. tetapi dalam hal pengampunan terdapat perbedaan..

    Tks… Mo…

    ditunggu jawabannya..🙂

    Tuhan Yesus Memberkati..
    Bunda Maria Melindungi..

    Amien..

    1. Halo Yenn… Yesus memang dihujatkan, tetapi Dia mengampuni para penghojatNya dari kayu salib. Kalau menghujat Roh Kudus berarti menolak setiap bentuk pengampunan, menolak setiap uluran tangan, menolak setiap campur tangan Allah dalam hidupnya. Yesus sudah mati bagi manusia, tetapi manusia masih tidak menghargai hidupnya dengan beragam cara. Sikap ‘ngeyel’ konsisten ini yang membuat manusia tidak dapat diampuni. Kapan kesempatan bertobat itu terbuka? Sampai hembusan nafas terakhir, uluran tangan Allah terus ada. Yesus dari Nazaret yang secara fisik kelihatan, setelah naik ke surga, tetap hadir secara Rohani di tengah kita, yaitu dalam Roh Kudus. Kalau Yesus dari Nazaret bisa dibunuh secara fisik, Roh Kudus tidak bisa diapa-apain… tapi bisa ditolak. Menolak Roh Kudus ini sama dengan menghujatNya.

  4. shalom…..apa kbr Pastur di Paris? yang pasti harum parfum semerbak …… bagus juga kita bisa sharing dlm forum spt ini, mengenai AAG dlm kehidupan nyata sepertinya itu sdh menjadi hal biasa, lalu bgm membalik itu menjadi berkat?? thx Pastur UUT

    1. Bai kabarnya. Well, benar kalau AAG rohani jadi hal yang lumrah ditemui. Itu sebabnya, berulang-ulang perintah ‘dengarkanlah’ keluar dari pengajaran Tuhan Yesus. Buka telinga, telinga fisik dan telinga hati, untuk mendengarkan. Pentingnya sikap mendengarkan ini dihayati orang-orang Yahudi, sehingga doa harian mereka adalah doa ‘Sheima Israel’ yang artinya: Dengarkanlah hai Israel. Bagaimana caranya? Keheningan jadi langkah pertama. Milikilah waktu hening, ketika kita mampu mendengarkan suara dari dalam diri kita sendiri. Yang tidak mau mendengarkan orang lain, jangan-jangan punya kesulitan juga untuk mendengarkan diri sendiri. Keheningan perlu dipupuk, untuk membiarkan firmanNya semakin merasuk. Ini juga saran Ibu Teresa dari Kalkuta dengan 6 langkah Jalan Sederhananya: KEHENINGAN melahirkan doa, DOA melahirkan iman, IMAN melahirkan cinta, CINTA melahirkan pelayanan, PELAYANAN melahirkan DAMAI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s