Kegigihan Iman

Minggu, 17 Oktober 2010

Di Rusia, ketika rezim komunis masih menindas keras kebebasan beragama, banyak orang Kristen berkumpul secara diam-diam di sebuah rumah, untuk berdoa dan mendalami Kitab Suci. Suatu malam, sekelompok kecil orang beriman berkumpul di dalam sebuah pondokan sederhana untuk mendalami Kitab Suci. Sekonyong-konyong, pintu didobrak dari luar dan masuklah tiga orang serdadu Rusia dengan seragam dan senjata lengkap. Dengan nyaring, salah seorang serdadu berseru : « Siapa saja di sini yang bukan orang Kristen, boleh keluar dan meninggalkan tempat ini. » Suasana sepi mencekam untuk beberapa saat. Kesunyian pecah karena sebagian besar hadirin berlari meninggalkan ruangan hingga tinggal sedikit orang saja di dalam pondokan itu. Setelah semua orang tadi sudah menjauh, seorang serdadu menutup pintu. Lalu ketiganya meletakkan senjata, mengambil tempat duduk di antara mereka dan satu di antaranya berkata, «  Kami juga orang Kristen, seperti saudara sekalian. Kami mau berdoa hanya dengan mereka yang sungguh-sungguh percaya pada Tuhan. »

Di dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan betapa pentingnya sikap iman yang kokoh. Sikap iman ini berakar pada keyakinan bahwa Allah tidak akan meninggalkan orang-orang pilihanNya : Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Lk. 18:7). Berdoa bukan sekeda memohon sesuatu. Lebih dari itu, berdoa berarti mengalami kehadiran Allah: ketika orang berdoa, surga turun melingkupi orang itu. Maka, berdoa tanpa henti berarti mengarahkan selalu pandangan mata batin kita pada Allah yang penuh kasih, yang tidak akan meninggalkan anak-anakNya. Ajaran Yesus tentang iman yang kokoh bukan sekedar hiburan tanpa dasar, seolah-olah iman seperti ini bertentangan dengan kenyataan yang pahit. Menilik perumpaan yang Yesus pakai, yaitu tentang hakim yang buruk wataknya, kita tahu bahwa Yesus tidak menutup mata terhadap praktek ketidakadilan. Namun demikian, Tuhan mengajarkan bahwa di tengah buruknya situasi ketidakdilan, kebaikan pasti akan menang. Iman adalah sumber kekuatan yang memampuakan orang untuk bernyanyi lagu kemenangan kebaikan atas kejahatan, padahal situasi ketidakadilan merajalela. Itulah pilihan beberapa orang Kristen di Rusia yang tetap tinggal di ruangan walau datang serdadu yang seolah mengancam.  Keadilan Tuhan datang pada waktunya, bagi mereka yang percaya padaNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s