Maukah Kau jadi saksi…

Senin 18 Oktober 2010

Pesta
St. Lukas Penginjil

2Tim 4:10-17b,
Mzm 145;10-11,
12-13ab,17-18
,
Luk 10:1-9

Apa yang tersayat PADAMU,  berdarah PADAKU (STC Bachri)… Maukah kau jadi saksi, mewartakan cintaKu, melayani-melayani lebih sungguh….

Apa hubungan sepenggal syair dari Sutardji Colzum Bachri dengan lagu rohani ini ? Hubungannya adalah sebagai berikut :

Ungkapan singkat sang presiden penyair Indonesia ini dapat menggambarkan makna sehati-sejiwa. Orang yang sehati-sejiwa tidak akan hidup sendiri, tetapi membiarkan dirinya ikut ditentukan oleh pribadi lain yang bersatu dengannya. Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajak para murid untuk sehati-sejiwa denganNya. Mereka diajak untuk merasakan apa yang Dia rasakan : cinta pada « panenan » milik BapaNya. Rasa cinta akan panenan, yaitu jiwa-jiwa manusia yang mencari keselamatan ini juga ditemukan di bagian akhir Injil Yohanes ketika kepada St. Petrus, Tuhan bersabda : Gembalakanlah domba-dombaKU (Yoh. 21 :15-17). Inilah yang mengisi hidup Yesus, cintaNya pada umat manusia. 70 murid, bersama 12 rasul,dipanggil oleh Yesus untuk ikut merasakan degup cinta itu. Maka Tuhan pun mendorong mereka untuk bersama-sama meminta diutusnya lebih banyak lagi pekerja. Terlintaslah sebait syair lagu di atas: maukah kau jadi saksi mewartakan cintaKu, melayani-melayani lebih sungguh….

Bagi kita : apakah hati kita juga mudah ber-compassion – berbagi rasa, dengan sesama ? Ada sebuah doa yang dapat membantu kita menerima rahmat ini : semoga aku lebih ingin memahami daripada dipahami (Jadikanlah aku pembawa damai, St. Fransiskus Asisis). Dan apakah aku juga sudah memupuk persatuan hatiku dengan Yesus, yang sudah lebih dahulu mau sehati-sejiwa, senasib-sepenanggungan denganku, sampai sudi memikul dosa dan kelemahanku ? Bagaimana persatuan itu kupupuk dengan semakin mencintai ekaristi dan kitab suci ?

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

 

Tanpa pundi, bekal, dan kasut mereka mewarta

Agar tak hilang sikap waspada terhadap bahaya yang mengancam jiwa

Walau terancam bahaya, seperti anak domba di tengah serigala

Di setiap rumah , damai mereka bawa

Agar semakin nyata, kuasa Allah bekerja dalam mereka

Mereka tinggal dan makan di setiap keluarga

Sebab setiap utusan Tuhan adalah ayah setiap anak dan anak setiap ayah

3 pemikiran pada “Maukah Kau jadi saksi…

  1. hhhooorrraaayyyyy…..
    hhhhhhoooorrrraaaaaaayyyyyyyyy….

    Puisi Mo Ut da muncul lagi…

    tttkkkkssss….Mooooo… 😀

    Pekerja…
    ini yang jadi pergumulan kita nich.. Mo.. di SBI..
    apalgi kita rencana november ini mau buka kelas baru SBI u/misa 10.30, tapi pekerjanya dikit Mo..
    padahl uda tiap hari doa minta dikirimin pekerja, tapi yg daftar masih dikit… (sedih.com)..

    bantu doa ya Mo.. supaya Tuhan ngirim pekerja untuk jadi pendamping di SBI..

    Tks.. Mo… renungannya hari ini..

    kiranya kita semua tetap setia dalam pelayanan yang telah Tuhan percayakan pada kita..
    semoga juga saya tetap bisa menjaga degup cinta yang telah Tuhan titipkan pada saya.. sehingga bisa terus melayani Dia melalui orang-orang (khususnya anak-anak) di sekitar saya..

    Tuhan Yesus Memberkati..
    Bunda Maria Melindungi..
    Amien…

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s