Begadang kita begadang (berjaga-jaga gitu…)

Selasa 19 Oktober 2010

Ef 2:12-22,
Mzm 85:9ab-10,
11-12,13-14
,
Luk 12:35-38

Seorang yang bertekun dalam kehidupan rohani seperti seorang pencuri, yang diberi kamar tidur persis di seberang ruang penyimpanan harta Karun. Seluruh dirinya akan berjaga, terarah pada harta yang ada di dekatnya.

Bedanya dengan pencuri itu adalah : harta kita yang sejati adalah kehidupan kekal, yaitu hidup bersama Allah. Dan Allah itu begitu dekat dengan kita, lebih dekat daripada kamar tidur si pencuri dengan gudang harta Karun. Dia ada di hati kita. Dia dapat dialami dalam permenungan sabdaNya ; Dia bersabda, Dia memperlihatkan Diri, Dia menyerahkan Diri untuk kita sambut dan santap dalam Perjamuan Suci. Dia sudi menghadirkan Diri dalam saudara-saudari yang paling kecil dan hina. Ke sanalah hati kita terarah, ke arah harta Karun rohani kita. Sarana-sarana kehadiran Allah inilah yang harusnya menjadi sumber inspirasi kita ; daya penggerak seluruh hidup kita.

Keterarahan hati yang tiada henti pada kehadiran Allah inilah yang disebut sebagai sikap berjaga-jaga. Kita terbiasa dengan pembagian waktu berdasarkan jam kerja : ada saatnya bekerja, ada saatnya rileks tak berbuat apa-apa. Jangan-jangan, pembagian yang sama kita terapkan juga dalam kehidupan rohani : aku sudah menjalankan perintah âgama, sekarang saatnya berfoya-foya….

Padahal, kita seumpama pelayan yang menunggu tuannya pulang dari pesta manten. Di beberapa budaya, pesta manten adalah salah satu pesta terbesar yang dapat berlangsung sampai dini atau bahkan pagi hari. Maka , sementara orang lain beristirahat, sementara orang lain sudah memejamkan mata, orang yang bertekun di dalam kehidupan rohani malah : mengikat pinggangnya dan menjaga lampu tetap menyala. Tidak ada istilah libur sebagai orang beriman. Beriman berarti : hidup akrab dengan Allah ; hidup senantiasa di hadapan Allah.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tuhan, para tetangga sudah berganti pakain

anakKu, jangan longgarkan pakaian kerjamu

Tuhan, lampu rumah para tetangga sudah pada dimatikan

anakKu, jaga nyala pelitamu

Tuhan, kapan engkau datang ?

anaKu, aku sudah ada di dekatmu

Satu pemikiran pada “Begadang kita begadang (berjaga-jaga gitu…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s