Hati

Selasa 26 Oktober 2010

Ef 5:21-33,
Mzm 128:1-2,3,4-5,
Luk 13:18-21

Revolusi terbesar adalah revolusi yang dipimpin oleh cinta (Che Guevara) ; makna pekerjaan tidak terletak pada besar kecil atau sedikit banyaknya hal yang kita buât, tetapi pada seberapa besar cinta yang kita letakkan sebagai dasarnya (Ibu Teresa dari Kalkuta) ; love, love changes everything….

Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan gambaran tentang Kerajaan Allah. Ada dua gambaran tentang Kerajaan Allah dan setiap gambaran memberikan pesan yang berbeda. Gambaran pertama adalah Kerajaan Allah sebagai biji sesawi yang diambil dan ditaburkan lalu tumbuh menjadi pohon (Lk. 13 :19). Dalam gambaran ini terungkap bahwa pilihan untuk hidup di dalam Kerajaan Allah bukanlah pilihan yang diambil oleh dunia yang mengagungkan popularitas dan kesuksesan sesaat. Memilih untuk dirajai  oleh Allah dalam setiap segi hidup berarti berani menyingkirkan semua yang bukan Tuhan dari pusat ruang hati dan membiarkan Yesus sendiri meraja. Memilih hidup menurut Kerajaan Allah berarti memilih Yesus, Allah yang mau menjadi ciptaan, orang Nazaret yang tidak diperhitungkan. Prakteknya : memilih hidup menurut Kerajaan Allah berarti berani menyediakan waktu untuk hal yang paling diremehkan dunia yang super sibuk, yaitu hening dan berdoa. Sebab Kerajaan Allah adalah kerajaan hati. Ketika Allah merajai hati, di situ akan muncul perubahan. Dan hati inilah yang menjadi pesan dari gambaran kedua.

Kerajaan Allah, sabda Tuhan, seperti sedikit ragi yang dapat mengubah adonan tiga sukat tepung (Lk. 13 :21). Seperti halnya ragi yang mengubah tepung, demikianlah sikap hati seseorang akan menentukan apa yang dia sentuh, apa yang dia kerjakan. Dalam bahasa kita ada ungkapan : mengerjakan dengan sepenuh hati ; artinya seluruh diri seseorang ada di balik pekerjaan itu. Maka, hati yang pelan-pelan membiarkan diri diperintah oleh Allah akan menjadi titik awal sebuah perubahan.

Sebagai sebuah kesimpulan, tepatlah kalau di sini diulang kembali apa yang pernah menjadi pegangan Ibu Teresa :

Hening melahirkan doa

Doa melahirkan iman

Iman melahirkan cinta

Cinta melahirkan pelayanan

Pelayanan melahirkan damai

Dan dunia sekarang membutuhkan damai, yang lahir dari pelaynan penuh cinta sebagai buah dari iman, doa dan keheningan.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

2 pemikiran pada “Hati

  1. Hoolaaa.. Mooo…
    Piye Kabare..?? uda turun salju lom Mo..

    kemana aja.. 3 hari gak ngisi renungan..??
    🙂

    Homili Rm.Tommy tentang bacaan hari ini bagus jg lho.. Mo..
    Rm.Tommy menggabungkan atr bacaan pertama dgn bacaan Injil. bgmn hidup kita dlm keluarga n bgmn kita menjadi biji sesawi dan ragi dlm keluarga.
    Homili misa minggu kemarin jg bagus, Rm.Tommy nerangin ttg makna knp kita harus berlutut dan menebah dada pd waktu Doa Tobat, untuk menunjukkan sikap rendah hati dan penyesalan kita. Ilustrasinya ttg seorang anak yg bertanding mobil-mobilan & berdoa supaya ia tidak menangis seandainya ia kalah dlm pertandingan tersebut..

    tapi Renungan Romo hari ini, menunjukkan sisi lain dr bacaan Injil hari ini..
    Slama ini saya berpikir (mgkin bnyk orang juga) bgmn bisa menjadi biji sesawi dan ragi bagi orang2 sekitar kita, tp ternyata bukan hanya itu saja.
    Tapi bgmn kita sendiri hidup dlm Kerajaan Allah dengan menjadikan Yesus sbg Raja dlm diri kita & menyediakan waktu & hati untuk hening & berdoa..
    memang ud bbrp lama ini wkt sya utk berdoa berkurang nich..Mo…
    tp Puji Tuhan misa hariannya jalan terus… mudah2an bisa diperbaiki lagi Mo..waktu doanya…

    Tks.. Mo… renungannya hari ini…
    semakin meneguhkan iman saya akan ALLAH kita TRI TUNGGAL MAHA KUDUS..

    TUHAN YESUS MEMBERKATI..
    BUNDA MARIA MELINDUNGI..

    nb.
    Doain kita yang mau pergi ziarek ke Jogja tanggal 29-31 Okt ini ya Mo…
    Tks…

  2. Hoolaaa.. Mooo…
    uda turun salju lom Mo..

    kemana aja.. 3 hari gak ngisi renungan..??
    🙂

    Homili Rm.Tommy tentang bacaan hari ini bagus jg lho.. Mo..
    Rm.Tommy menggabungkan atr bacaan pertama dgn bacaan Injil. bgmn hidup kita dlm keluarga n bgmn kita menjadi biji sesawi dan ragi dlm keluarga.
    Homili misa minggu kemarin jg bagus, Rm.Tommy nerangin ttg makna knp kita harus berlutut dan menebah dada pd waktu Doa Tobat, untuk menunjukkan sikap rendah hati dan penyesalan kita. Ilustrasinya ttg seorang anak yg bertanding mobil-mobilan & berdoa supaya ia tidak menangis seandainya ia kalah dlm pertandingan tersebut..

    tapi Renungan Romo hari ini, menunjukkan sisi lain dr bacaan Injil hari ini..
    Slama ini saya berpikir (mgkin bnyk orang juga) bgmn bisa menjadi biji sesawi dan ragi bagi orang2 sekitar kita, tp ternyata bukan hanya itu saja.
    Tapi bgmn kita sendiri hidup dlm Kerajaan Allah dengan menjadikan Yesus sbg Raja dlm diri kita & menyediakan waktu & hati untuk hening & berdoa..
    memang ud bbrp lama ini wkt sya utk berdoa berkurang nich..Mo…
    tp Puji Tuhan misa hariannya jalan terus… mudah2an bisa diperbaiki lagi Mo..waktu doanya…

    Tks.. Mo… renungannya hari ini…
    semakin meneguhkan iman saya akan ALLAH kita TRI TUNGGAL MAHA KUDUS..

    TUHAN YESUS MEMBERKATI..
    BUNDA MARIA MELINDUNGI..

    nb.
    Doain kita yang mau pergi ziarek ke Jogja tanggal 29-31 Okt ini ya Mo…
    Tks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s