Wakil Rakyat – Wakil Umat

Selasa 9 November 2010

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Yeh 47:1-2,8-9,12, Mzm 46:2-3,5-6,8-9, 1Kor 3:9c-11,16-17,
Yoh 2:13-22

Untukmu yang duduk sambil diskusi, untukmu yang biasa bersafari di sana, di gedung DPR. Wakil Rakyat kumpulan orang hebat, bukan kumpulan teman-teman dekat, apalagi sanak famili…(Surat Buat Wakil Rakyat, Iwan Fals) ;

Kita setuju dengan Iwan Fals, bahwa Wakil Rakyat yang dipilih rakyat Indonesia adalah orang-orang hebat. Allah mengaruniai mereka kecekatan mengolah logika, ketangkasan beradu kata, dan kecermatan melihat peluang terbuka. Karena itu, mereka kita beri kepercayaan, menjadi « hati dan lidah rakyat ». Karena itu, mereka layak diberi banyak kemudahan. Karena itu, mereka pantas diberi kekuasaan. Sayang beribu sayang, beragam berita sulit dicerna. Berhilir mudiklah kabar bahwa ada wakil rakyat yang beterbangan ke mancanegara sementara rakyat berduka digilas bencana. Pernah sebelumnya ada pertarungan kata, soal pembangunan fasilitas olah raga di atas lahan yang sama di mana orang harusnya berkeringat untuk râpât demi rakyat dan bukan untuk fitness. Begitu mudahnya beragam sarana demi pelayanan, berubah menjadi sarana untuk kesenangan.

Hal yang sama dilakukan oleh Imam Agung dan para imam Bait Allah. Kuasa menjual hewan kurban dan menukar uang, yang harusnya cukup untuk membiayai hidup para imam serta jaminan pelayanan di Bait Allah, disalahgunakan untuk menggendutkan perut dan pundi-pundi mereka sendiri. Maka harga hewan kurban pun dinaikkan puluhan kali, maka nilai tukar uang yang digunakan di dalam Bait Allah pun diangkat tinggi-tinggi. Akibatnya, orang miskin harus menguras kantong mereka yang sudah kosong dan banyak bolong, hanya untuk membeli sepasang merpati : satu untuk kurban bakaran, satu untuk kurban penebus dosa. Semua ini terjadi di dalam Bait Allah. Tak heran, seorang sejarawan memberi julukan Bait Allah di zaman Yesus sebagai : Pasar Besar Keluarga Imam Agung. Dan itu semua dilakukan « demi nama Allah ». Dalam konteks seperti inilah, kisah pembersihan Bait Allah oleh Yesus terjadi. Yesus membongkar kedok kemunafikan para pemimpin âgama yang berseru « pelayanan demi Tuhan » dan pada waktu yang bersamaan tangan mereka dengan tidak sopannya merogoh kantong umat beriman. Bait Allah yang sejati bukanlah tempat yang dibangun dari semen, pasir dan batu, seru Tuhan. Sembahlah Allah di dalam hidupmu. Jadikanlah tubuhmu, hidupmu, Bait Allah-Bait Allah yang hidup, dengan bersatu dalam hidupKu. Seruan Yesus bergema juga di dalam tulisan rasul Paulus hari ini : Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1Kor. 3:16).

Setiap orang dari kita memegang amanat, kepercayaan dari yang lainnya. Di dalam keluarga, di kantor, di Geraja maupun gereja. Apakah kemudahan dan kenyamanan yang mengalir demi lancarnya pelaksanan amanah itu sudah dikembalikan dalam wujud pelayanan yang semakin professional dan tepat sasaran? Apakah hidupku secara keseluruhan, sudah membawaku dan orang lain semakin dekat dengan Tuhan? Pesta Pemberkatan Gereja Agung Lateran hari ini, adalah pesta pemberkatan hidup kita, tubuh kita, keluarga kita, karya kita, agar di mana kita berada, di situ tangan Allah berkarya.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Wakil rakyat seharusnya merakyat

Jangan tidur waktu sidang soal rakyat

Iklan

Satu pemikiran pada “Wakil Rakyat – Wakil Umat

  1. Saat ini sulit sekali menemukan wakil rakyat yang jujur, lugu dan bijaksana…mengerti apa yang tersimpan dalam jiwa….rakyat Indonesia……

    Moga kitapun bisa memegang amanat dan kepercayaan yang Tuhan berikan pada kita di dalam melaksanakan panggilanNya ya mo……..

    *_* Salam dan doaku…..
    TYM-BMM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s