Memberi dari kekurangan

Senin 22 November 2010

St. Sesilia

Why 14:1-3,4b-5, Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6, Luk 21:1-4

Di Bait Allah, di hadapan orang banyak, Yesus merenggut topeng kemunafikan para pemimpin âgama : bantahan dan gugatan orang-orang Saduki dimentahkannya, kesombongan orang Farisi dikempiskan, dan para Ahli Kitab disebutNya sebagai « tukang cari hormat yang suka menelan harta dan rumah para janda ». Masyarakat memberikan topeng dalam bentuk penghormatan dan nama baik kepada para pemimpin âgama. Dan Yesus merenggut topeng itu dan mempertontonkan keadaan para pemimpin itu apa adanya (Lk. 20).

Kemudian kisah dilanjutkan dengan ungkapan ini : ketika Yesus mengangkat mukaNya, Ia melihat… Dalam bahasa Yunani, kata kerja yang dipakai adalah anablepo, yang artinya melihat. Kalau Yesus melihat, maka Ia melihat dengan mata Allah, yang melampaui ségala penilaian dan pengetahuan manusia. Yesus melihat dalam doa, melihat ségala peristiwa dalam terang relasiNya dengan Allah BapaNya (peristiwa penggandaan rôti ketika Yesus melihat ke langit, Lk. 9 :16).  Ia melihat dengan mata penuh kasih, penuh pemahaman, penuh pengertian, jauh dari keinginan menghakimi dan menyalahkan ( Yesus melihat Zakheus dan menyuruhnya turun, Lk. 19 :5). Sekarang, dalam perikop ini, Yesus melihat orang kaya yang memasukkan banyak uang ke kotak persembahan dan seorang janda miskin yang « hanya memasukkan dua peser ». Persembahan dalam kotak ini digunakan untuk membiayai upacara âgama di Bait Allah dan untuk membantu fakir miskin (mirip kolekte kita sekarang). Mata dunia boleh terkesima dengan besarnya persembahan para kaya. Tetapi, mata Tuhan melihat persembahan janda miskin sebagai persembahan paling berharga : janda ini memberi dari kekurangannya….bahkan ia memberikan seluruh nafkahnya, seluruh hidupnya. Yesus paham, hidup janda ini pasti tidak mudah, sebab menjadi janda berarti kehilangan sumber pemberi nafkah sebelumnya, yaitu suami, dan harus berjuang menafkahi dirinya sendiri. Toh, di dalam kesulitan semacam itu, janda ini masih mau menyumbangkan sesuatu dari kekurangannya, walau mungkin dengan rasa malu-malu.

Tuhan Yesus mengajarkan satu hal : mari melihat dengan mata seorang pendoa, mata penuh pemahaman, mata yang terlatih untuk membedakan antara nilai dan ukuran dunia dan nilai serta ukuran Allah. Kerap kali orang merasa dirinya sudah baik, karena telah melaksanakan tindak kebajikan ketika situasinya menguntungkan. Tetapi, berapa banyak orang berani tetap bijak manakala situasi tidak menjanjikan ? Berapa banyak orang mampu dan mau memberi dari kekurangannya, misalnya : memberikan maaf ketika hati masih terluka ? Tetap tekun dan setia walau rasa malas dan marah meraja? Tetap mencintai dengan rendah hati walau tak diberi hati tetapi malah terus disalahmengerti? Sebab memberi dari kekurangan adalah suatu tindakan iman, ketika orang tidak lagi mengandalkan kekuatannya sendiri tetapi berpegang dan berharap pada Tuhan. Mari mohon rahmat agar mampu melihat sebagaimana Yesus melihat dan berani mengambil tindakan bijak juga ketika kekuatan sendiri dan situasi rasanya tidak berpihak.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Sanggupkah maaf terucap

Meskipun di badan pisau masih tertancap ?

Iklan

6 pemikiran pada “Memberi dari kekurangan

  1. Ketika pisau masih menancap,
    memang maaf susah terucap,
    apalagi oleh orang yang sama kembali ditancap,
    tapi coba inat kembali apa yang dari atas salib Yesus ucap,
    semoga di hati bisa meresap.

  2. Bapa.. Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami..

    kayaknya gak cukup cuma memaafkan ya Mo.. tapi lebih dari itu bgmn kita mau mengampuni..
    memaafkan/mengampuni bukanlah untuk orang yg telah menyakiti kita, tapi terlebih adalah buat diri kita sendiri..
    ketika kita mengampuni, yang sembuh bukan orang lain,tapi diri kita sendirilah yang sembuh..
    memang gak mudah utk mengampuni,tapi harus kita lakukan terus menerus, tidak cukup hanya 7 kali, tapi 70 kali 7 kali..
    kalau tetap tidak mampu melakukannya,minta Yesus untuk mengganti hati kita dengan Hati-Nya yang penuh kasih dan pengampunan..

    Tks.. Mo.. renungannya…
    saya semakin dikuatkan dan diteguhkan untuk selalu dan terus menerus belajar mengampuni orang2 yg menusukkan pisaunya ke hati saya..

    Tuhan Yesus Memberkati..
    Bunda Maria Melindungi..

    Amien..

    ;P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s