Jangan Takut

Kamis 25 November 2010

Katarina dr Aleksandria

Why 18:1-2,21-23, 19:1-3,9a, Mzm 100:2,3,4,5, Luk 21:20-28

Teramat sering orang menafsirkan kuasa Allah berdasarkan kriteria yang berakar pada hukum-hukum dunia. Pernah ada masa ketika bangsa Israel mengharapkan campur tangan Allah untuk memulihkan kejayaan militer dan politiknya. Bukankah wajar kalau Allah yang disembah membuktikan kasih sayangNya kepada bangsa pilihanNya dengan membuat bangsa itu besar di mata dunia ? Maka Messias, pribadi yang ditunjuk Allah untk melaksanakan kehendakNya, dipahami sebagai Raja Pemenang, yang menundukkan setiap musuh dan lawan dengan pedang, dan dengan demikian membalas rasa malu bangsa Israel yang berkali-kali mengalami penjajahan dan pembuangan.

Angan-angan yang sama dilekatkan pada kota Yerusalem, Kota Suci tempat Bait Allah berdiri. Umat Kristen Perdana, yang masih begitu dekat dengan dunia Yahudi, juga mengidam-idamkan untuk suatu kali kembali ke Kota Suci ini. Di sinilah Yesus, Guru dan Tuhan, pernah dipersembahkan ; di sinilah Ia juga menghabiskan waktu bersama para guru dan bijak ; di sini pula Ia mengajar dan membuka mata orang banyak akan kebenaran. Maka, di dalam Injil Lukas, para murid pun diperintahkan oleh Yesus untuk tinggal di Yerusalem, menantikan turunnya Roh Kudus. Wafat dan kebangkitan Tuhan terjadi di sekitar Yerusalem dan sudah selayaknya fajar baru kemanusiaan disebarkan melalui pewartaan Injil oleh para murid, juga dari kota ini.

Maka dapat dibayangkan, bagaimana para murid Yesus juga ikut terguncang dengan hebat begitu mendengar bahwa kota Yerusalem dihancurkan oleh tentara asing, yang tidak mengenal Allah. Mereka pun bertanya, di mana Allah ? Mengapa membiarkan Kota Suci hancur ? Kalahkah Allah oleh dewa-dewa yang disembah para penjajah dan penjarah ?

Injil hari ini membawa dua pesan : satu berisi peringatan dan satu berisi penghiburan. Para murid diingatkan untuk tidak mudah jatuh pada cara berpikir yang sama dengan saudara-saudara Yahudi yang menyamakan kemuliaan Allah dengan kejyaan dunia. Kota Suci sejati para murid Tuhan bukanlah kota suci di dunia ini. Kota Suci itu sudah dimulai di dalam kehidupan bersama yang hati setiap anggotanya diraja oleh Allah. Maka, keberhasilan Gereja perlu direnungkan kembali. Apakah Gereja dianggap berhasil kalau jumlah anggotanya semakin bertambah ? Kalau bangunan ibadahnya megah-megah ? Kalau dapt berbangga karena punya tokoh dunia yang hebat-hebat ? Atau, Gereja dapat bersyukur atas keluarga-keluarga yang dalam ketersembunyiannya berhasil menanamkan keberanian untuk berharap, kekuatan untuk mencinta, dan keterbukaan untuk beriman, dalam hati setiap anggotanya ? Bukankah Gereja adalah rumah Roh Kudus, yang membuat setiap orang yang berada di dalamnya merasa diterima apa adanya dan selalu yakin untuk dapat memulai kembali hidupnya ? Hiburan yang dibawa Injil hari ini adalah bersama Yesus, para murid akan terhindar dari kematian akibat ketakutan dan kecemasan. Di dalam Dia, tidak ada rasa takut. Kalau diamati, dunia sekarang ini berada di cengkeraman rasa takut. Beribu sau alasan ada di hati banyak orang untuk menjadi takut. Dan seperti terbukti dalam sejarah, ketakutan menjadi akar kekerasan. Dan kekerasa yang diwujudkan akan melahirkan ketakutan yang lebih kuat untuk selanjutnya menjadi benih bagi kekerasan yang jauh lebih hebat. Dengan sabda, hidup, sengsara dan kebangkitanNya, Tuhan Yesus memutus mata rantai ketakutan-kekerasan ini. Jangan takut, sabdaNya bagi kita. Kemarin, hari ini, dan yang akan datang.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Iklan

Satu pemikiran pada “Jangan Takut

  1. tapi koq sekarang banyak yg bangu rumah ibadah yang megah2 yach Mo..??
    bukankah itu suatu saat nanti juga akan dirubuhkan??

    Tks.. Mo.. renungannya..

    Tuhan Yesus Memberkati
    Bunda Maria Melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s