Waktu

Selasa 30 November 2010

PestaSt. Andreas Rasul Rm 10:9-18,Mzm 19:2-3,4-5, Mat 4:18-22

Métro – boulot – dodo = Di Jalanan (naik Metro)– Kerjaan (di Kantor)– Tidur kecapekan (di Rumah).  Ungkapan yang sebenarnya dikutip dari sebuah puisi karangan Pierre Bearn, Couleurs d’usine, yang diterbitkan tahun 1951, menjadi semacam “kartu identitas” orang-orang Paris.  Rutinitas dan “monoton”nya kehidupan yang tidak beranjak jauh dari sekotak peron metro yang berdesakan, sekotak ruang kerja, dan seranjang tempat tidur, rasanya bukan hanya milik orang Paris; tetapi menjadi gerak hidup banyak orang modern pada umumnya. Dunia kerja yang berkiblat pada Dunia Barat, dengan tegas membagi-bagi waktu untuk kerja dan untuk istirahat. Waktu bukan lagi kenyataan yang menyimpan misteri dan kejutan. Waktu adalah angka di penanggalan, adalah bunyi detak jarum jam, adalah bunyi mesin presensi-absensi. Padahal, pernah ada masa ketika waktu bukanlah angka atau benda mati yang dapat diotak-atik seenaknya oleh manusia. Dalam tradisi Hindu, waktu adalah pribadi sakti yaitu Betara Kala, anak Siwa. Dialah satu-satunya mahluk yang sanggup melahap apa saja, termasuk waktu itu sendiri. Oleh sebab itu, di banyak pintu gerbang candi, dipasang patung kepala Sang Kala, untuk mengingatkan orang yang hendak berdoa, bahwa waktu dan dengan demikian hidup, bukan berada dalam kuasa manusia semata.  Nama Sangkakala pun dikenakan untuk terompet yang dibunyikan ketika ada peristiwa-peristiwa penting atau untuk penanda waktu.

Dengan latar belakang pemahaman waktu modern, tidak mudah orang memahami betapa dasyatnya peristiwa panggilan para murid yang dibalut dalam kejadian begitu sederhana. Kedasyatan panggilan para murid dapat diraba jika diingat beragam kisah panggilan sebelumnya, misalnya panggilan nabi Hosea (Hos. 1:2), Yeremia (Yer. 1:4.11_13), Musa (Kel. 3:1_3) dan Abraham (12:1_5). Lebih jauh lagi, panggilan para murid dalam Injil hari ini menggemakan panggilan seluruh umat manusia dalam Kej. 1:28. Kesamaan dalam setiap kisah panggilan itu adalah: Allah yang bergerak mengambil prakarsa untuk menghampiri manusia, untuk mengundangnya bersekutu dan bekerja sama. Satu unsur penting dalam setiap kisah panggilan adalah Sabda. Setiap panggilan dirangkum dalam sabda Ilahi. Kekhasan panggilan para murid Yesus adalah: Dia yang dulu memanggil Adam dan Hawa, Dia yang dulu memanggil Abraham, Musa, dan para nabi, kini datang sebagai seorang Pribadi: berjalan di antara manusia dan menggunakan bahasa manusia. Tuhan masuk ke dalam dunia manusia, ke dalam waktu untuk berada bersama kita dan memanggil kita!

Maka, betapa pentingnya memugar kembali penghayatan kita tentang waktu, karena di dalam waktu tersembunyi sabdaNya yang senantiasa mencipta dan memperbarui. Di dalam waktu, yang kita sebut “saat ini” Dia masih pengambil prakarsa untuk menawarkan makna hidup kita semua; makna yang hanya dapat kita terima kalau kita berjalan bersamaNya. Maka, Tahun Baru Liturgi ini ingin mengingatkan kembali bahwa setiap waktu adalah kesempatan berjumpa dengan Tuhan. Jika kita sudah menerima waktu dan hidup secara cuma-cuma dari Tuhan, mari kita kembalikan dengan penuh syukur waktu yang sudah kita maknai dengan kerja dan doa kepadaNya. Waktu bukanlah uang; waktu adalah sarana yang dipilih oleh Allah untuk berjumpa dengan kita. Maka tidak berlebihan kalau kita bertanya: bagaimana kumaknai waktuku? Dengan apa kuisi waktu-waktu dalam hidupku? Puaskah aku dengan segala rutinitas: metro-boulot-dodo alias jalan-kerja-tidur?

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Iklan

Satu pemikiran pada “Waktu

  1. Wah berarti istilah “time is money” tidak tepat ya Mo ?
    Waktu adalah di mana kita bisa memberikan diri kembali kepada Sang Pemilik Masa
    Waktu adalah di mana kita bisa memberikan hati kita kepada sesama
    Waktu adalah di mana kita bisa mencari wajah Allah
    Waktu adalah ketika kita bisa berbagi senyum Allah kepada yang kita jumpa
    Waktu adalah……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s