Kebanggaan

Senin 6 Desember 2010

St. Nikolaus

Yes 35:1-10, Mzm 85:9ab-10,11-12,13-14 Luk 5:17-26

Kita dipanggil untuk hidup bebas, sebagai anak-anak Allah. Ada sebuah kisah : dua orang ibu sedang berbagi cerita kehidupan mereka. Yang satu dengan bangganya berkisah : akulah yang menjadi penyebab utama mengapa suamiku sampai menjadi seorang MILLIONER. Ibu yang satunya sambil terkagum-kagum bertanya : Wow, hebat juga ya. Memangnya sebelumnya suamimu itu apa ? Dengan nada ringan dan tanpa dosa, ibu yang ditanya itu pun menjawab : Sebelumnya, dia adalah seorang BILLIONER.

Kita tahu, Billioner lebih kaya daripada Millioner. Kita tahu, si ibu tadi ternyata membanggakan apa yang harusnya membuat dia sedih : mengapa seorang istri bangga kalau suaminya jadi lebih miskin ? Dalam banyak hal, sebenarnya kita juga dapat bertanya kepada diri kita sendiri : apakah sebenarnya yang kubanggakan dan kuanggap baik selama ini benar-benar membanggakan dan membawa kebaikan ? Ambil satu contoh kecil : aku selalu tepat waktu datang ke gereja, tidak pernah absen dalam melakukan tugas di paroki, dan membantu banyak hal di sana. Apakah ketepatan waktuku pantas kubanggakan, apakah kebaikanku patut membuatku membusungkan dada ? Beranikah itu semuanya dilihat kembali dari sudut pandang : apa sebenarnya motivasiku ? Motivasi ini yang harus dimurnikan terus-menerus. Motivasi pertama mungkin sekedar : ah, gak enak kalau telat, apa kata dunia ? Tetapi, ternyata tidak cukup kalau motivasinya sekedar apa kata orang. Harus ada sebuah motivasi yang sungguh-sungguh membebaskan sehingga setiap hal dilakukan dengan cinta, tidak peduli lagi pada hasil, tidak peduli apa kata orang, walau tetap terbuka pada evaluasi dan masukan dari banyak pihak.

Kisah Injil hari ini menggambarkan bagaimana orang dapat melewati halangan karena didorong kerinduan untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus. Yesus menjadi motivasi mereka, yang menggerakkan mereka, yang membebaskan mereka. Dikisahkan, ada empat orang membawa seorang lumpuh di atas tandu. Tetapi banyak orang di rumah itu. Apalagi, di antara pendengar Yesus ada juga orang-orang terhormat, seperti orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat. Bisa saja mereka menunggu sampai Yesus selesai mengajar. Tetapi, dorongan untuk bertemu Yesus tidak dapat ditunda. Seperti membutuhkan udara, mereka terdorong kuat untuk berjumpa dengan Yesus segera. Maka, ségala basa-basi dan perasaan enak-tidak enak pun dilewati. Apa kata orang banyak pun dilampui. Secara mengejutkan, mereka menemukan solusinya : membongkar atap agar si lumpuh berjumpa dengan Yesus segera. Kerinduan ini yang Yesus lihat. Bahkan sebelum berjumpa Yesus secara pribadi, hati si lumpuh dan keempat temannya sudah dipikat dan dibebaskan oleh Tuhan di dalam hati. Inilah iman itu : merindukan Tuhan, tiada sabar berjumpa dengan Tuhan, berelasi dengan Tuhan. Kalau ini menjadi motivasi, maka sungguh orang akan dibebaskan. Sungguh ada sesuatu yang benar-benar dapat dibanggakan : aku hidup bagi Kristus dan karena Kristus.

Hari Raya Natal semakin dekat. Sudahkah kita menyiapkan satu niât, satu kerinduan untuk kita persembahkan kepada Tuhan ? Satu tawaran : mari kita rindukan kebebasan kita, kebebasan rohani kita. Mari pelan-pelan kita sadari betapa sesungguhnya selama ini kita belum benar-benar bebas secara rohani : ada rantai dendam, ada rantai nafsu, ada rantai benci, ada rantai ingin menang sendiri, ada rantai apa kata orang, ada berlapis-lapis topeng yang menutupi wajah kita yang sesungguhnya. Hanya dengan menyatukan hidup kita dengan Tuhan, kebebasan sejati dapat kita alami.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

 

Iklan

3 pemikiran pada “Kebanggaan

  1. Saya jd malu baca renungan Mo Ut ..

    coz ud 2 hari ini malas n ngantuk utk ke misa pagi..
    tetap pergi sich tp motivasinya gak murni..
    yg satu krn tugas n satu lagi krn waktunya nanggung..

    harusnya dr kemarin baca renungan ini,jd rindunya makin nambah n semangat lagi utk ktemu Yesus tiap hari dlm Ekaristi.

    Tks.. Mo Ut.. renungannya..
    Mudah2an setiap rasa malas datang ingat akan kerinduan saya berjumpa dgn Tuhan

    Tuhan Yesus Memberkati
    Bunda Maria Melindungi..

    Amien…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s