S.U.K.A.C.I.T.A

HARI MINGGU ADVEN III

Yes 35:1-6a,10, Mzm 146:7,8-9a,9bc-10, Yak 5:7-10, Mat 11:2-1

Seorang teman saya dari Palembang pernah membagikan kisah ini : ada tiga orang pedagang yang tiba di sebuah pulau. Dengan penuh semangat, ketiganya lalu menemui kepala suku setempat untuk menjajakan dagangan mereka. Kepala suku berkata : kalian akan kuberi ijin berdagang kalau kalian masuk ke hutan dan masing-masing membawa sekeranjang penuh buah-buahan dari dalam hutan. Maka dengan semangat, ketiga pedagang itu pun masuk hutan. Selang beberapa jam, keluarlah pedagang pertama dengan memanggul sekeranjang penuh buah jambu. Begitu kagetnya sang pedagang ketika di tepi hutan penduduk kampung merebut isi keranjangnya dan dengan sukacita melempari si pedagang dengan buah-buah jambu itu. Kemudian datang pedagang kedua yang keluar dari hutan membawa sekeranjang buah appel. Ia pun diperlakukan sama seperti temannya, dilempari sekeranjang penuh buah appel yang lebih keras dari jambu. Tetapi aneh, walau dilempari appel, pedagang ini tertawa terbahak-bahak. Penduduk pun bengong dan heran, kenapa orang ini malah tertawa terbahak-bahak. Tanpa menghentikan tawanya, ia menunjuk ke temannya yang baru saja keluar hutan dengan membawa sekeranjang penuh buah durian…

Minggu III Adven dikenal sebagai Minggu Sukacita, atau Minggu Gaudete. Dalam Minggu ini, Gereja mengingatkan umat beriman tentang apa yang sebenarnya menjadi sukacita sejati para murid Kristus : Allah yang datang dan hadir di tengah umatNya. Maka, dalam Minggu III Adven ini, warna liturgi pun tidak lagi ungu yang melambangkan tobat dan penantian, tetapi merah muda yang memantulkan sukacita. Bacaan pertama dari Kitab Nabi Yesaya mengundang umat beriman untuk bersukacita karena Allah yang mengunjungi umatNya : Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati:Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang …. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” (Yes.35:4). Demikianlah, orang yang menerima Allah yang datang dalam diri Yesus, akan bersukacita: Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku (Mt.11:6). Ketika orang meletakkan seluruh sukacitanya dalam menyambut Tuhan yang datang ke dalam hidupnya, sukacitanya itu tidak akan goyah. Sebab, sukacitanya sesuai dengan kodratnya, dengan panggilannya, dengan tujuannya diciptakan (suka= bahagia, gembira, cita= tujuan) yaitu: bersatu dengan Allah Penciptanya. Sebaliknya, ketika orang menyandarkan sukacitanya pada harta duniawi, pada gengsi dan kepentingan diri, sukacitanya itu akan sementara dan akhir dari semuanya adalah rasa kecewa. Mengapa? Sebab segala yang bersifat duniawi bersifat sementara: harta dan sumber alam ini terbatas dan tidak akan cukup untuk semuanya. Harus ada yang dikalahkan untuk bisa menguasai semuanya. Demikian juga perhatian dari sesama: bisa saja sekarang menaruh hati, tetapi besok bosan setengah mati. Tetapi anehnya, ada orang yang mau mati-matian berebut perhatian orang. Orang-orang seperti ini akan girang kalau melihat penderitaan para pesaingnya, kalau tahu ada yang jatuh dan gagal dalam perjalanan: ah, berkuranglah satu musuhku, satu sainganku. Sukacita mereka terletak pada derita yang lain, tawa mereka ada di atas duka sesama. Persis seperti kisah pedagang di atas.

Bunda Maria, pendamping dan teladan kita selama masa Adven, bersama santo Yohanes dan Santo Yosep, mengajarkan kita untuk bersukacita dalam Tuhan. Dialah sukacita sejati kita. Hanya kalau kita bersatu dengan Dia, kita punya kerinduan sejati akan persaudaraan, akan persamaan nasib. Maka, masa-masa persiapan Natal adalah saat-saat yang begitu indah, untuk kembali meneliti: di mana hatiku kusandarkan? Pada rasa senang, pada kepuasan memiliki banyak barang, pada sukses dan pujian orang? Atau pada Tuhan yang telah dan masih akan datang?

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s