Sejarah

Jumat 24 Desember 2010

2Sam 7:1-5, 8b-12, 16,Mzm 89:2-3,4-5,27,29,Luk 1:67-79

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, diadakanlah sebuah lomba menyanyikan lagu perjuangan tingkat Sekolah Dasar. Semua berjalan lancar sampai naik ke atas panggung seorang anak yang membuat heboh semua yang dewan juri, peserta dan seluruh hadirin. Sebabnya adalah anak itu mengubah syair lagu « 17 Agustus ». Begini dia bernyanyi : Enam bêlas Agustus tahun 45… Pada titik ini, guru sejarahnya menghentikan nyanyian si anak sambil berkata : Salah nak, salah syairnya. Coba diulang lagi. Anak itu pun mengulang lagu yang sama : Enam bêlas Agustus tahun 45… Sang guru kembali menghentikan lagu itu : Stop ! Salah, salah ! Kali ini si anak tidak tinggal diam, tetapi balas menimpali : Sebentar dong bu guru, saya kan belum selesai nyanyi. Lalu dengan bersemangat, anak itu kembali bernyanyi : Enam bêlas Agustus tahun 45… Besoknya hari kemerdekaan kita….

Tidak dapat dipungkiri, manusia tidak dapat hidup tanpa sejarah dalam arti seluas-luasnya, yaitu sebagai kenangan dan pemberian makna atas peristiwa yang telah silam. Betapa beratnya hidup manusia kalau semuanya harus selalu mulai dari nol. Sebaliknya, kemajuan yang kita nikmati saat ini adalah warisan dari generasi pendahulu kita. Dan warisan itu beragamlah jumlahnya : mulai dari kebutuhan hidup sehari-hari seperti jenis-jenis tanaman yang dapat dipelihara untuk diambil buahnya, jenis-jenis tanaman yang dapat dijadikan obat, jenis-jenis tanaman yang harus dihindari karena berbahaya, dan seterusnya. Bayangkan, kalau nenek-moyang kita tidak menurunkan pengetahuan ini kepada anak cucunya, betapa sulit kehidupan generasi penerus karena setiap kali harus mulai dari nol.

Injil hari ini juga berkisah tentang sejarah, yaitu Sejarah Keselamatan. Disebutkan bahwa Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis, menyanyikan satu kidung ketika Roh Kudus memenuhi dirinya : terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi dan membebaskan umatNya (Lk.1 :68). Seruan Zakharia ini mengundang para murid Yesus untuk melihat kehadiran Allah yang sungguh nyata dalam sejarah pada kehidupan suatu bangsa tertentu, bangasa yang nyata, bangsa yang hidup di muka bumi, yaitu bangsa Israel. Sejarah bangsa Israel dengan demikian menjadi semacam « Sakramen » karena di sana Allah sendiri berkenan mewahyukan DiriNya. Mereka yang sudah mengikuti Kristus diundang untuk tidak melupakan sejarah keselamatan ini. Para pengikut Kristus tidak harus berangkat dari nol dalam mencari dan mengenal siapakah Allah itu. Kristus, Allah yang mereka yang sembah, sudah memperkenalkan DiriNya dalam sejarah bangsa Israel. Dan sejarah bangsa Israel bukanlah sejarah beku yang tinggal di muséum berdebu. Sejarah berarti memberi makna kejadian masa lalu agar kehidupan masa kini dapat dipahami dan kehidupan masa depan dapat diterangi. Istilah yang sering digunakan adalah : menghadirkan kembali. Apa yang telah dilakukan Allah di masa lalu pantas dikenang agar kita sendiri mendapatkan tuntunan untuk menemukan kehadiranNya di masa sekarang ini. Bila di masa lalu, Allah setia pada JanjiNya kepada bangsa Israel, maka kita yang mengenangkan janji Allah itu dapat berpegang pada keyakinan bahwa Allah juga pasti setia kepada janjiNya untuk seluruh umat manusia. Kalau Tuhan Yesus lahir sebagai manusia dalam kesederhanaan, maka kita diundang untuk tidak takut menghadap Allah Putra, dalam kesederhanaan hati kita, dalam kemiskinan dan kelemahan kita, dalam ségala kekurangan kita.

Sayangnya, bangsa Indonesia termasuk bangsa yang belum mencintai sejarahnya. Banyak bangunan bersejarah digusur demi pusat-pusat perbelanjaan dan hiburan. Keuntungan materiil meraja dan keuntungan rohani dikesampingkan. Di tengah suasana seperti ini, mampukah para pengikut Kristus tampil beda sebagai orang-orang pencinta sejarah, mulai dengan mencintai sejarah keselamatan yang ada di dalam Kitab Suci dan liturgi ?

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Satu pemikiran pada “Sejarah

  1. Hi… Mo.. kemana aja… 1 minggu kemarin gak isi renungan..
    lg kedinginan yach.. Mo..??
    🙂

    Kayaknya Mo.. bukan hanya belum mencintai sejarahnya, tapi cenderung juga untuk melupakan sejarahnya..
    contohnya seperti musik keroncong, gamelan dan lain sebagainya.. sekarang jarang terdengar.
    TV n Radio pun boleh dibilang jarang memutar jenis2 musik spt ini. bahkan menjadi suatu keanehan bagi kita ktka mendengarnya, dan juga ada bbrp kesenian yg sudah punah. akhirnya jadi terbalik justru bangsa lain yg lebih mencintai sejarah bangsa kita bahkan mengakui itu sejarah bangsanya.

    mudah2an Mo.. nantinya semakin banyak dr generasi muda kita yg mencintai dan melestarikan sejarah bangsanya..

    Selamat Natal 2010 & Tahun Baru 2011 Mo..

    TUHAN YESUS MEMBERKATI &
    BUNDA MARIA MELINDUNGI Romo selalu, dalam berkarya dan dalam menyelesaikan studi nya…

    Amien…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s