Cermin

Minggu 2 Januari 2011

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN

Yes 60:1-6,  Mzm 72:2,7-8,10-11,12-13,  Ef 3:2-3a,5-6,  Mat 2:1-12

Cermin. Berapa kali saya bercermin dalam sehari ? Hmmm, paling tidak tiga atau empat kali : habis mandi pagi untuk sisiran dan cukur janggut, lalu habis mandi sore untuk sisiran lagi, dan sebelum tidur sambil gosok gigi. Belum terhitung kalau kebetulan sambil jalan saya lewat di depan kaca étalasse toko yang memantulkan wajah saya. Pasti saya akan bercermin lagi.

Saya butuh bercermin. Saya yakin, anda juga butuh bercermin. Untuk apa saya bercermin ? Jawaban pertama, saya bercermin untuk mengatur penampilan saya : rambut diatur dengan disisir biar rapi, janggut dicukur, mata dan kulit wajah dibersihkan. Kedua, saya bercermin untuk mengenal bagaimana keadaan saya. Kalau mata saya sakit atau gusi saya kena sariawan, saya akan bercermin untuk melihat bagian yang rasanya kurang beres itu.

Ternyata, saya tidak saja bercermin di kamar mandi atau di kamar tidur saja. Saya pun bercermin ketika bergaul dan berkomunikasi dengan sesama : dengan rekan pastor, dengan orang yang saya jumpai di jalan, dengan pedagang, dan seterusnya. Tanggapan, komentar, kritik, gerak-gerik mereka di hadapan saya dapat menjadi semacam cermin bagi saya : bagaimana saya di mata mereka. Sesama adalah cermin-cermin hidup yang membantu saya untuk mengenal diri saya, untuk dapat lebih mengatur diri saya.

Ketiga orang Majus di dalam Injil hari ini, adalah cermin bagi orang-orang Yahudi : bagaimana ketiga pemimpin dari dunia yang tidak mengenal Allah ini bisa membaca bintang dan terdorong menyembah Sang Messias yang baru dilahirkan ? Mengapa bangsa Yahudi (khususnya penduduk Yerusalem) sendiri tidak mengenal Messias yang mereka nantikan ? Mestinya penduduk Yerusalem dan para pemimpin agamanya bergerak dan ikut mencari Messias untuk menyembahNya. Mestinya mereka berkaca dan mulai berbenah diri, serta mengakui bahwa memang ada yang salah dalam hidup mereka hingga Messias dilahirkan tanpa sepengetahuan mereka. Tetapi, mereka melewatkan kesempatan untuk berkaca.

Allah menjadi manusia. Itu inti iman kita. Dunia kita haus akan Allah yang dekat, Allah yang mudah dikenal, gampang dijumpai, tidak menakutkan, dan memberi damai di hati. Allah yang dirindukan dunia adalah Allah yang kita imani dan percayai. Tetapi, apakah iman ini pernah kita syukuri ? Mari kita terus bercermin : dengan hati nurani dan juga dengan berkomunikasi, agar kita menemukan bahwa harta terpendam berupa kebahagiaan itu dekat dengan kita. Barangsiapa enggan bercermin, yaitu terus mengenal diri dengan belajar, dengan menghargai pendapat orang lain, dengan menerima masukan dan koreksi orang lain atas diri saya, juga dengan mendengarkan nurani sendiri, dia akan kehilangan kesempatan berjumpa dengan Tuhan. Seperti orang Yerusalem yang enggan bercermin dari peziarahan ketiga orang Majus. Allah sudah mewahyukan Diri dan berkenan untuk ditemukan. Tinggal bagaimana kitanya….

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi.

2 pemikiran pada “Cermin

  1. Bagus bgt Rm, tulisan yg ini, sy suka……… tp sy ada yg mau dtny krn tdk mengerti tolong d jlskan ya mo….
    mksd dr kata2 apakah iman ini pernah kita syukuri itu apa? n bgmn crnya kita mensyukurinya?
    trimakasih……

    1. Tirma kasih Priska untuk tanggapannya. Nah, berkaitan dengan pertanyaan Priska: mensyukuri iman: Iman berarti jawaban kita atas Wahyu Tuhan. Tuhan sudah mewahyukan Diri dalam Yesus Allah Putra. Perwahyuan itu kita terima dalam Gereja. Beriman berarti menjawab: ya pada perwahyuan itu. Wujud iman nampak dalam kata dan hidup. Bagaimana mensyukurinya? Mensyukurinya dengan memperdalam pengetahuan kita akan iman dan bergembira dalam iman, tidak nyesel jadi Kristen. Alasan saya menulis kalimat itu: ada banyak orang ingin beriman pada Yesus tetapi tidak bisa; sebaliknya ada banyak orang yang sudah ada dalam Gereja dan terbuka untuk beriman pada Yesus tetapi tidak sadar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s