Berikan Pada Allah

Selasa, 8 Maret 2011

Tb 2:9-14,  Mzm 112:1-2,7bc-8,9Mrk 12:13-17

Dalam bukunya  Yesus Putra Manusia, Kahlil Gibran melukiskan keterpesonaan Maria Magdalena terhadap Yesus dalam satu dialog singkat berikut :

+ Sudilah Tuan singgah ke dalam rumahku ?

– Maria, Bukankah aku sedang singgah di dalam rumahmu ?

Maria Magdalena ingin menguasai Yesus hingga tidak sadar bahwa Tuhan sebenarnya sudah berada di dalam rumah batinnya, di lubuk hatinya yang terdalam.

Seringkali orang gagal berjumpa dengan Tuhan karena enggan melepaskan gambaran tertentu tentang Tuhan : sebagai Hakim dan polisi moral, sebagai tukang pembuat mukjijat, sebagai bapak berjenggot putih yang jauh dari dunia manusia, dan sebagainya.

Seringkali orang gagal berjumpa dengan Tuhan karena menganggap SabdaNya adalah serentetan aturan moral atau perintah yang harus dijalankan.

Apa pun gambaran yang orang punya, Allah pertama-tama adalah Dia yang lebih dahulu rindu untuk berjumpa dengan kita. Biarkan Dia menjumpai dan menguasai hidup kita.

Apa pun bunyinya, sabda Allah pertama-tama adalah Allah yang bersabda. Dengarkan dan biarkan Dia hadir dalam sabdaNya untuk kita.

Injil hari ini menunjukkan kegagalan orang Farisi khususnya dan orang Yahudi pada umumnya untuk berjumpa dengan Allah dalam pribadi Yesus. Mereka menyamakan Allah dengan Tuhan Bangsa Yahudi yang akan mengangkat derajat Bangsa Pilihan dan menghancurkan bangsa kafir.

Bagi Yesus, perkaranya jauh melampaui patriotisme atau bahkan kebanggan akan âgama dan iman tertentu. Inti iman yang Yesus bawa adalah : jadikan hidupmu sepenuhnya milik Allah sebab di dalam dirimu ada Firman yang menciptakanmu dan ada Wajah Allah yang menjadi jati dirimu; persis seperti setiap uang yang dikeluarkan pemerintahan Roma harus diberikan kembali kepada kaisar sebab di sana ada tulisan dan gambar kaisar.

Pada intinya, perjalanan hidup beriman adalah pemurnian untuk mampu menyembah Allah yang benar dan menyingkirkan ilah-ilah buatan manusia, yang namanya bermacam-macam : kesenangan, kesombongan, kenikmatan, dendam, kekayaan, kekuasaan, popularitas, dan sebagainya.

Dan inilah Allah yang sejati, yang harus disembah dan diikuti : Yesus, yang tersalib dan bangkit mulia, yang sebentar lagi kisah sengsaraNya akan kita renungkan dalam masa pertobatan.

Dia sudah singgah di dalam rumah kita untuk berbincang dengan kita dan menampakkah wajahNya.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s