Aku

 

Yl 2:12-18,  Mzm 51:3-4,5-6a,12-13,14,17,  2Kor 5:20?6:2,  Mat 6:1-6,16-18

Seorang bayi belajar menemukan dirinya dengan pertama-tama mengenal orang-orang di sekitarnya. Maka, kata pertama yang diucapkan seorang bayi merujuk pada orang lain : papa atau mama. Ajaib kalau seorang bayi mengucapkan « aku » sebagai kata yang pertama kali keluar dari mulutnya.

Melakukan kewajiban âgama dalam bentuk amal kasih, berdoa, dan berpuasa adalah langkah nyata untuk menjadi bahagia dengan membuat yang lainnya bahagia. Seperti bayi yang pelan-pelan dapat berkata « aku » setelah ia pertama-tama menyebut yang lainnya, demikian juga setiap pribadi akan mengalami kebahagiaan sejati ketika berhasil keluar dari penjara cari kepentingan diri.

Bukan lagi « aku » yang menjadi kata utama, tetapi « kita ». Hebatnya, dalam kebahagiaan « kita », aku pun turut bersukacita.

Orang munafik dalam Injil hari ini menyalahgunakan perbuatan keagamaan untuk cari kepentingan diri, yaitu cari peng-aku-an. Mereka ingin langsung mengucapkan  « aku » tanpa belajar lebih dulu mengucapkan « kamu ». Mereka seperti bayi ajaib yang bisa berkata « aku » tanpa mama dan papa.

Tuhan Allah memilih untuk hadir-tersembunyi dalam kebesaranNya. Allah tidak butuh peng-aku-an sebab Dia adalah YAHWE : Aku adalah Aku. Manusia dapat berkata « aku » karena ada Engkau. Maka, hanya dengan tinggal dan berbincang-bincang dengan Dia, yang berkenan disapa Engkau, manusia dapat berbahagia, manusia dapat menyebut « aku ».

Orang munafik ingin menyebut « aku » tanpa Tuhan. Murid Kristus belajar menyebut « aku » dalam relasi dengan « Engkau », Tuhan dan Allahnya.

Di mana sang « Engkau » dapat dialami ? Melalui para rasul, Tuhan Yesus mempercayakan jalan menuju pengalaman itu. Kitab Suci dan Sakramen-sakramen adalah sarana yang diberikan Allah melalui GerejaNya untuk mengalami perjumpaan dengan Sang Engkau. Akrabi Allah melalui permenungan Kitab Suci dan doa-doa Gereja, setiap hari.

Masa tobat adalah masa untuk belajar menyebut « aku » bersama Tuhan ; adalah masa untuk mencari peng-aku-an dari Tuhan semata, bukan dari ilah-ilah lainnya : popularitas, kesenangan, kekuasaan, kekayaan.

Selamat memasuki Retret Agung.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s