Murid

Rabu 20 April: HARI RABU DALAM PEKAN SUCI

Yes 50:4-9a, Mzm 69:8-10,21bcd-22,31,33-34, Mat 26:14-25

Kebiasaan kita menunjukkan siapa guru kita. Guru bukan sekedar orang yang berdiri di depan kelas. Guru juga semua hal yang kita ikuti, kita teladani, kita jadikan contoh.

Ada karyawan yang kerjanya asal-asalan. Ketika ditanya kenapa dia sembarangan dalam menjalankan tugas, dia menjawab « Ah, buât apa serius-serius kerja. Bos saya saja juga sembarangan kok kerjanya dan dia tetap bisa jadi bos » Karyawan ini menjadikan bosnya yang ogah-ogahan kerja sebagai gurunya.

Nabi Yesaya dipilih oleh Tuhan Allah untuk menjadi muridNya dan sang nabi pun taat mengikuti Sang Guru. Sudah sejak awal hari ia membiasakan diri untuk « mendengarkan sebagai seorang murid » hingga ia bisa « berbicara sepeti seorang murid ». Apa yang ia dengarkan dari Tuhan, apa yang ia terima dari Allah, kelihatan dari kebiasaan hidupnya, dari cara bicaranya.

Karena Allah yang diikuti Yesaya adalah Allah sumber kehidupan, maka nabi Yesaya punya kebiasaan untuk « memberikan semangat kepada orang-orang yang letih lesu ».

Karena Allah yang diteladani sang Nabi adalah Allah yang sabar dan pengampun, maka sang nabi tidak menaruh dendam atas oarng-orang yang menyerangnya tetapi malahan « memberikan punggungnya kepada orang yang memukulnya dan memberikan pipi kepada mereka yang mencabut janggutnya ».

Sang nabi tidak berguru pada perasaan marah, ia tidak menyerah pada dorongan membalas dendam, karena ia mengarahkan hatinya pada Allah, Guru dan Tuhannya.

Sang Guru yang diikuti nabi Yesaya sudah datang ke dunia. Dialah Yesus Kristus Tuhan kita. Apa yang dipelajari sang nabi sekarang dapat dipelajari semua orang karena Tuhan dapat dilihat, didengar dan diikuti semua mata, sebab Allah telah menjadi manusia.

Seluruh perjalanan hidup Tuhan Yesus menunjukkan siapakah Allah yang harus diikuti. Puncak pengajaranNya ditemukan dalam kisah sengsara, wafat dan kebangkitanNya.

Pertanyaan untuk kita masing-masing : siapakah yang sering kita ikuti dalam hidup sehari-hari ? Siapakah « guru » yang membuatku punya kebiasaan seperti saat ini ?

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s