Imam

Sabtu, 2 Juli 2011 : Peringatan Hati Maria yang Tak Bernoda

Pagi ini untuk pertama kalinya aku merayakan Ekaristi dalam bahasa Perancis di luar gerbang asrama. Ekaristi pagi ini kupersembahkan di sebuah kapel kecil milik para biarawati Domenikan.

Untuk sampai ke sana, aku harus berganti metro sebanyak tiga kali dan kubutuhkan waktu lebih kurang 45 menit. Oleh karena itu, aku harus berangkat jam enam pagi dari asrama karena perayaan Ekaristi dimulai pukul tujuh. Syukur pada Allah, stasiun demi stasiun dapat kulalui tanpa kesasar hingga akhirnya aku pun dapat sampai ke tujuan dengan selamat.

Misa diikuti oleh 8 biarawati dan seorang seminaris asal Asia. Ordinarium seperti Kudus, Bapa Kami dan Anak Domba Allah didaraskan dalam bahasa Latin. Yang lainnya dalam bahasas Perancis. Tidak kusiapkan homili tetapi di awal Ekaristi kubacakan renungan singkat tentang makna peringatan hari ini.

Perayaan Ekaristi berjalan dengan lancar kecuali satu hal : di awal Ekaristi, aku salah mengambil posisi. Mestinya Salam dan Doa Pembuka kuucapkan dari mimbar sambil menghadap umat. Akan tetapi aku malah langsung mengucapkan itu semua dari altar model pra-konsili Vatikan II. Jadi, Salam dan Doa Pembuka kuucapkan sambil membelakangi umat. Di tengah pembacaan doa, rasa janggal menjalari ruang kesadaranku dan saat itu baru kutahu bahwa aku telah salah mengambil tempat. But the celebration must go on.

Seusai berkat dan perkenalan singkat, aku pun memasuki sakristi. Di sana sudah menanti seorang suster asal Afrika. Kepadanya kusampaikan kesalahanku di awal perayaan tadi dan dengan penuh keramahan beliau pun berucap, « Il viendra », yang kurang lebih artinya, « Lama-lama juga bisa. »

Suster ini pun bertanya apakah aku akan merayakan Ekaristi lagi bersama mereka di hari-hari berikutnya. Kujelaskan padanya bahwa aku akan merayakan Ekaristi bersama mereka setiap pagi di bulan Juli. Lalu ia pun bertanya, « Où est père Philipe ? Di mana romo Philip ? » Romo Philip adalah pastor dari Keuskupan Pangkalpinang yang sudah lebih dari tiga tahun tinggal di Paris untuk belajar. Beliau sudah setahun lebih mempersembahkan Ekaristi bersama para suster ini dan beliau memintaku untuk menggantikannya selama bulan Juli.

Kepada suster ini kujelaskan bahwa romo Philip sudah berangkat untuk melayani sebuah paroki selama musim panas ini. Sambil menjelaskan hal ini, kutatap matanya dan kulihat di sana ada sebersit rasa kehilangan sang Romo yang sudah lebih kurang setahun merayakan Ekaristi bersama mereka.

Sambil berjalan pulang ke asrama, kurenungkan peristiwa kecil di sakristi seusai perayaan Ekaristi tadi. Negeri asal yang jauh dan bahasa Perancis yang tidak begitu sempurna, tidak mengurangi makna kehadiran seorang imam dalam perayaan sakramen-sakramen. Allah yang lebih besar dari hati setiap orang, berkenan memilih hambaNya sebagai sarana penyalur berkatNya. Sungguh agung misteri iman kita…

8 pemikiran pada “Imam

  1. pengalaman yg indah mo….
    krn ga bs klik jd sy tulis aja ya…. pdhal maunya klik aja yg sy suka tnp komentar…… 🙂

    Rm uut kalau menulis sekaligus byk ya, jdnya yg d share lgsg byk?
    jdnya sy bacanya lgsg byk deh…. pegel matanya baca d komputer…. hehehehe…

    1. Trims Pris. Biasanya saya nulis satu renungan setiap hari. Masalah muncul karena perbedaan waktu lima jam antara Paris dan Jakarta. Jadi kalo renungan ditulis jam tujuh sore hari waktu Paris misalnya, di Jakarta sudah jam satu dini hari. Nah, kalo di pagi hari saya nulis dua renungan trus di malam hari nulis satu renungan trus kebesokan paginya nulis lagi, wah, kesannya jadi banyak ya… hehe. Tuhan memberkati

  2. hihihihhi…
    jadi ingat pengalaman adorasi ma Mo Ut… untuk pertama kali dan satu2nya adorasi yang dipimpin Mo Ut di RC
    Masih ingat gak Mo… waktu Romo duduk di kursi samping altar dan kmdn turun duduk di kursi umat..
    Kalo adorasi harusnya duduk di kursi umat & menghadap ke altar, ini kebalikannya hrusnya menghadap umat malah ke altar…

    jadinya kayak misa tridentine (kalo gak salah tulis sich) ya Mo…

    tapi biar rada2 salah begitu Mo… Katolik itu memang luar biasa.. dimanapun kita berada, kita bisa mengikuti ekaristi yang diadakan… mungkin karena kita disatukan oleh Tubuh Kristus yang kita terima ya Mo… dan juga dengan bahasa kasih dari Yesus yang diajarkan kepada kita… sehingga seperti yang Romo bilang walaupun dengan bahasa Perancis yang tidak sempurna, tapi perayaan Ekaristi tetap berjalan dengan penuh makna berkat Persona In Christi dalam diri seorang imam dan bahasa kasih dari Tuhan Kita Yesus Kristus…

    Tks Mo Ut renugannya…

    Tuhan Yesus Memberkati
    Bunda Maria Melindungi…

    Amien….

  3. Wow….aku baru sempat baca mo…..selamat ya mo……pengalaman baru yang penuh rahmat Tuhan…..Roh Kudus senantiasa bekerja , menguatkan , meneguhkan dan memberikan semangat pada romo Uut…..

  4. Ingin sedikit share juga di Mo …
    Hari Sabtu yang lalu saya pulkam ke Jogja, dan krna hari Minggunya ada acara di luar kota, maka kami sekeluarga memutuskan utk misa Sabtu Sore, pkl. 17.00. Nah, ternyata misa sore itu diadakan dalam bahasa Jawa… hehehehhe…
    Ada beberapa aklamasi yang sdh saya lupa, jadi saya jawab dalam bhsa Indonesia… Untungnya doa Bapa Kami masih saya ingat dan Aku Percaya ada contekannya di dlm teks misa. Homili tentu saja disampaikan dalam bahsa Jawa, bahkan Doa Arah Dasar KAS juga sdh diterjemahkan ke dlm bahasa Jawa.
    Tapi ternyata Perayaan Ekaristi bisa dimaknai dalam bahasa apapun , dengan berbagai tingkat penguasaaan bahasa yg digunakan saat itu. Perayaan Ekaristi tetap luar biasa, kalau kita bisa merasakan kehadiran Yesus, bercakap dengan-Nya, menikmati saat bersama dengan-Nya.
    Apapun bahasanya, tetap luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s