Iman

Senin 4 Juli 2011:

Pagi ini, sambil menunggu metro dalam perjalanan untuk misa pagi ke susteran, kubuka harian ‘Direct Matin’ yang tadi kuraih sambil berjalan melintasi lorong stasiun. Peristiwa demi peristiwa terlintas seiring rangkaian halaman yang kubuka. Ketika sampai pada halaman terakhir, aku dikejutkan oleh sebuah tulisan yang dicetak dengan huruf tebal berwarna merah yang berbunyi: ‘Saint du jour’ atau Orang Kudus Hari Ini.

Aku terkejut karena di dalam sebuah harian lokal yang sangat mudah dijangkau orang kebanyakan, masih disediakan ruang untuk semacam pendalaman iman Katolik. Seperti sudah diketahui, Perancis adalah sebuah negara sekular yang memisahkan kehidupan politik sebagai urusan publik dari kehidupan agama sebagai urusan pribadi. Untuk mempertegas status itu, pada tahun 2004 keluar peraturan yang melarang pemasangan lambang-lambang keagamaan di instasi milik pemerintah seperti sekolah dan rumah sakit.

Menilik sejarahnya, pemisahan antara ruang politik dan ruang agama (Gereja) menjadi nyata ketika Revolusi Perancis meletus. Revolusi ini tidak saja membidik raja dan para bangsawan tetapi juga menyeret hirarki Gereja yang dinilai berkolaborasi dengan para penguasa. Sejak saat itu, kehidupan gerejawi mulai mundur teratur dari pusat kehidupan bersama sehari-hari.

Namun demikian, sebuah kolom tentang para kudus di sebuah koran umum yang kulihat hari ini menunjukkan bahwa perkara iman masih menjadi perhatian orang kebanyakan. Iman yang sudah tertanam ribuan tahun di bekas wilayah ‘Kekaisaran Romawi yang Kudus’ dan yang telah disuburkan dengan siraman darah para martir ini telah mengakar begitu kuat dalam budaya dan kehidupan rakyat Perancis hingga tidak mungkin dapat dimusnahkan begitu saja oleh satu revolusi manusiawi.

Kini, iman itu mengalami ‘krisis’ berhadapan dengan revolusi modernitas yang tidak kalah kuatnya. Dalam arti positif, krisis dapat bermakna pemurnian agar iman yang dipeluk dapat dihidupi secara otentik laksana garam kehidupan dan bukan sekedar kosmetik untuk penampilan.

5 pemikiran pada “Iman

  1. Puji Tuhan ya mo…..di tengah modernisasi masih terselip kolom pendalaman iman katolik…..aku yakin dan percaya…..dari yang kecil itu ada banyak jiwa yang diselamatkan….seperti lilin kecil di tengah gemerlapnya cahaya kehidupan modern yang menyilaukan….namun seberkas cahaya kecil itu pasti mampu memberikan kehangatan untuk iman yang mulai dingin dan beku….

    1. Betul Marita. Hal ini mengingatkan saya akan Hari Komunikasi Sedunia. Lewat hal-hal kecil seperti ini, orang bisa terbantu untuk menyegarkan kembali hidup rohaninya, termasuk lewat radio yang didengarkan orang sementara berkendaraan ke kantor atau mengantar anak sekolah. Tuhan memberkati.

  2. Jadi ingat beberapa minggu yang lalu, saya ikut pengajaran KEP yang dibawakan oleh Rm.Bonie tentang Iman,Wahyu dan Magisterium.

    Disana diterangkan bahwa dari kodratnya, manusia adalah makhluk yang religius dan selalu mempunyai kerinduan akan sesuatu yang ilahi.
    Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah,sehingga ada Allah dalam diri setiap manusia, jadi pada hakekatnya manusia selalu mencari Allah. Baik dia yang tidak percaya pada Allah, apalagi yang percaya.

    Bisa jadi kolom itu salah bentuk kerinduan manusia akan Allah dan ingin mengenalkan Allah kepada orang lain ya..Mo..
    dan mudah2an kolom itu tidak muncul di hari itu saja, tapi bisa muncul setiap hari dengan topik yang berbeda tentang iman kepada Allah.

    Saya rasa sekarang Mo Ut pasti makin rajin membuka harian Direct Matin untuk melihat kejutan apa lagi yang mungkin bisa dibagikan buat kita2..😛

    Tks renungannya Mo…

    Selamat belajar… dan semoga makin banyak renungan yang bisa dibagikan buat kita… 😀

    Tuhan Yesus Memberkati
    Bunda Maria Melindungi..
    Amien….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s