Keselamatan bagi umat non Kristen dan pandangan tentang agama mereka menurut Ajaran Konsili Vatikan II

Motivasi utama yang mendorong para Bapa Konsili untuk merenungkan dan mengeluarkan ajaran tentang rencana keselamatan Allah bagi mereka yang bukan termasuk anggota Gereja dan peran agama-agama lainnya dalam rencana keselamatan itu adalah keinginan untuk mempererat hubungan Gereja Katolik dengan agama-agama lainnya. Oleh karena itu, sejak awal para Bapa Konsili tidak bermaksud untuk memberikan pemecahan bagi perdebatan teologis seputar tema yang sama. Dengan kata lain, motivasi pastoral menduduki prioritas lebih tinggi daripada motivasi doktrinal.

Menyangkut keselamatan setiap pribadi yang bukan anggotanya, Gereja Katolik kembali menegaskan apa yang sudah lama tersimpan di dalam tradisinya bahwa berdasarkan belas kasihNya yang tiada batas Allah dapat menuntun setiap orang untuk sampai pada keselamatan menurut jalan yang hanya diketahui olehNya (Ad Gentes 2). Hal ini tidak hanya belaku bagi orang Kristen tetapi juga untuk setiap orang yang berkehendak baik yang di dalam hatinya berkarya rahmat Allah secara tidak kelihatan (Lumen Gentium 16) karena  pada dasarnya semua orang dipanggil pada kekudusan dan Roh Kudus menganugerahkan kepada setiap orang kemungkinan untuk bersatu dengan Misteri Paskah Tuhan menurut cara yang hanya diketahui olehNya (Gaudium et Spes 22).

Menyangkut penilaian atas agama-agama lain, Konsili mengakui bahwa agama-agama dan kebudayaan-kebudayaan mengandung unsur-unsur kebenaran dan kebaikan (Lumen Gentium 16), hal-hal yang berharga baik secara imani maupun manusiawi (Gaudium et Spes 92), benih kontemplasi (Ad Gentes 18), unsur kebenaran dan rahmat (Ad Gentes 9), benih Firman (Ad Gentes 11, 15) dan pancaran kebenaran yang menerangi setiap orang (Nostra Aetate 2). Nilai –nilai ini dapat ditemukan di dalam tradisi-tradisi keagamaan besar dalam sejarah manusia yang pantas diperhatikan oleh setiap orang Kristen dan warisan rohani mereka adalah undangan untuk berdialog (Nostra Aetate 2,3; AG 11).

Lebih lanjut Konsili juga mengajak umat untuk menerangi kekayaan rohani dalam agama-agama dan budaya-budaya ini dengan terang Injil (Ad Gentes 11), agar tradisi-tradisi keagamaan ini mencapai kesempurnaannya demi kemuliaan Tuhan  dan kebahagiaan umat manusia (Lumen Gentium 17, Ad Gentes 9).  Inilah tugas perutusan (misi) Gereja (Lumen Gentium 17, Ad Gentes 11).

Sementara keselamatan setiap individu di luar Gereja Katolik jelas dan ditegasnyatakan, dokumen-dokumen Konsili Vatikan II berkesan mendua menyangkut kepastian tentang peran tradisi-tradisi keagamaan yang bukan Kristen sebagai jalan keselamatan. Para teolog masih berdebat apakah menurut Konsili tradisi-tradisi keagamaan ini juga dipakai oleh Allah sebagai jalan keselamatan bagi para pengikutnya, mengingat di satu sisi mereka mengandung kebaikan dan kebenaran, tetapi di sisi lain nilai-nilai tersebut masih perlu diterangi dan disempurnakan oleh Kabar Gembira yang dipercayakan Tuhan kepada GerejaNya.  Atau dengan cara lain, pertanyaannya dapat dirumuskan demikian: apakah unsur-unsur kebaikan yang diakui oleh Konsili Vatikan II dalam tradisi-tradisi itu adalah unsur-unsur ilahi atau semata-mata unsur insani-manusiawi?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita harus membaca dan merenungkan kembali ajaran Gereja paska Konsili Vatikan II.

(Sumber: Jacques Dupuis, Toward a Christian Theology of Religious Pluralism, Orbis, New York 2001, hlm. 158-170)

2 pemikiran pada “Keselamatan bagi umat non Kristen dan pandangan tentang agama mereka menurut Ajaran Konsili Vatikan II

  1. Ajaran mengenai ada keselamatan di luar Gereja Katolik ini Mo…
    Membingungkan bagi saya, ketika orang bertanya.. kalau begitu buat apa kita masuk katolik, kan sama aja dengan kita memeluk agama lain bisa masuk surga juga, yang pentingkan berbuat baik…

    nah menurut Romo… jawaban apa yang tepat, yang harus diberikan pada orang yang menanyakan hal tersebut…. so saya juga bisa memberikan jawabannya kepada yg lain…

    Tks… Mo Ut…

    Tuhan Yesus Memberkati
    Bunda Maria Melindungi..
    Amien

    1. Kalau di luar Gereja ada keselamatan, kenapa jadi orang Katolik? Justru karena jadi orang Katolik maka kita bisa mengakui dengan rendah hati sekaligus penuh syukur bahwa keselamatan disediakan Tuhan untuk semua orang, bahwa Dia sudah menumpahkan DarahNya untuk semua orang. Kalau tidak masuk Katolik, kita tidak akan bisa menghayati kasih Allah yang agung ini.

      Kasih itu sangat nyata ketika Allah menjadi manusia dan mau menderita demi manusia. Ini misteri iman yang kita pegang, yang mengubah sejarah. Dan misteri ini dipercayakan oleh Allah kepada GerejaNya dan diterima bukan dalam kesombongan tetapi dengan rasa gentar dan syukur. Sungguh agung misteri iman kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s