St Anna dan St Yoakim

Pada suatu waktu, Yoakim (yang artinya Yahweh menyiapkan) sedang mempersiapkan diri untuk menghunjukkan korban persembahan di Bait Allah. Baru saja ia akan menjalankan tugasnya, seorang laki-laki bernama Ruben berkata padanya:”Apa pantas seorang laki-laki yang tidak mampu menghadirkan seorangpun keturunan bagi 12 suku Israel, mempersembahkan korban bagi Allah?” Yoakim pun bersedih hati dan menyepi di pegunungan selama empat puluh hari dan empat puluh malam untuk mengadu dan berdoa kepada Tuhan.

Begitu mendengar kejadian itu, Anna (Hannah, berkat) istri Yoakim, juga tenggelam dalam kesedihan dan mengadu kepada Tuhan dalam doa untuk meminta keturunan. Seruan mereka berdua didengarkan Tuhan. Seorang malaikat datang kepada Anna dan berkata bahwa ia akan melahirkan seorang anak yang akan menurunkan bagi dunia seorang penyelamat. Mendengar hal itu, Anna pun bersumpah: entah laki-laki entah perempuan, anaknya nanti akan dipersembahkan ke Bait Allah dan untuk Allah semata.

Sembilan bulan kemudian, lahirlah Maria, Bunda Tuhan kita.

Kisah di atas  membuka sebuah kitab non-kanonik yang dikenal sebagai Protovangelium Yakobus. Dari kitab non-kanonik inilah kita mengenal nama kedua orang tua Maria, Yoakim dan Anna, yang pestanya kita peringati hari ini. Mengenangkan kedua orang kudus ini membawa setiap murid Kristus untuk mengingat kedua orang tua masing-masing. Mereka adalah saluran kasih Allah untuk setiap anak yang dititipkanNya pada mereka. Di samping itu, dari kisah kelahiran Perawan Maria, setiap orang juga dapat merenungkan hidupnya sendiri: hidupku dan kehadiranku di dunia ini, melalui perantaraan kedua orang tuaku, adalah rencana Allah dan bukan buah kebetulan semata. Aku adalah buah kerjasama antara kehendak manusia dalam doa dan rencana keselamatan Allah bagi dunia. Hidupku mengemban misi tertentu yang Allah percayakan.

Maria punya misi mengandung, melahirkan dan membesarkan serta mendampingi Yesus. Seperti Maria, hidup setiap murid Kristus juga menyimpan rahmat dan misi khusus yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.

Dalam tradisi Gereja, selain sebagai pelindung para ibu yang sedang mengandung, St Anna juga dipandang sebagai pelindung para penambang. Alasannya, Bunda Maria laksana perak berkilau dengan Tuhan Yesus sebagai emasnya. Sebagai bunda, St Anna juga melindungi kita untuk menemukan Sang Emas kehidupan, yaitu Yesus, dalam tambang kehidupan keseharian kita.

Iklan

Satu pemikiran pada “St Anna dan St Yoakim

  1. ” hidupku dan kehadiranku di dunia ini, melalui perantaraan kedua orang tuaku, adalah rencana Allah dan bukan buah kebetulan semata. Aku adalah buah kerjasama antara kehendak manusia dalam doa dan rencana keselamatan Allah bagi dunia. Hidupku mengemban misi tertentu yang Allah percayakan.”

    Romo Uut yang baik …..aku suka kalimat ini…..memiliki makna yang dalam…..baik untuk bahan permenungan bagi setiap anak dan juga bagi setiap orangtua. Kalimat ini akan aku print out dalam kertas ukuran F4, aku hias dan laminating lalu aku tempel di dinding kelas…..bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi aku, murid-murid dan orangtuanya.

    Terima kasih ya mo……TYM-BMM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s