Sekiranya Engkau di sini…

29 Juli: Pesta Marta, Maria dan Lazarus Sahabat Tuhan

1Yoh 4:7-16, Mzm 34:2-3,4-5,6-7, 8-9,10-11, Yoh 11:19-27

 

“Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati,” ucap Marta kepada Yesus.

Sekiranya Engkau ada di sini… sebuah pernyataan yang sering terucap dari bibir orang beriman ketika dirundung derita. Dengan rumusan yang berbeda, pernyataan ini dapat diubah menjadi sebuah tanya: di mana Engkau Tuhan ketika aku sedang menderita? Di taman Eden, Allah mencari Adam dan Hawa yang bersembunyi karena berdosa, dengan berfirman: Di manakah engkau? Namun, di tengah pergulatan hidup di dunia, manusia yang menderitalah yang kini bertanya: Tuhan, di manakah, Engkau? Peran Allah kini diambil oleh manusia yang menderita dan Allah menduduki kursi tersangka.

Benarkah Allah lari dan bersembunyi ketika penderitaan terjadi? Benarkah penderitaan bertentangan dengan kehadiranNya hingga kalau yang satu ada yang lainnya mesti binasa?

Dalam Injil hari ini, kita belajar dari Marta untuk mengenal Sang Hidup dan Kebangkitan yang hadir di tengah penderitaan. Duka yang menyelimuti batin Marta tidak menghalanginya untuk menghampiri Yesus, mengajukan ‘protes’ kepadaNya, bercakap-cakap dan berada dekat dengan Tuhan. Dalam kunjungan terdahulu, Maria yang duduk bersimbuh dan mendengarkan Tuhan. Kini, giliran Marta yang menerima setiap firmanNya di tengah suasana duka.

Dan sungguh, berada dekat dengan Tuhan serta mendengarkan firmanNya membuka mata batin Marta untuk menerima kehadiran Allah juga di dalam derita. Seperti Petrus, Marta pun menanggapi firman Tuhan dengan mengungkapkan keyakinan imannya: Engkaulah Mesias, Anak Allah… Marta mengungkapkannya ketika duka masih meraja, ketika Lazarus masih terbaring di dalam makam. Tetapi kini, ia tidak menjalani duka seorang diri melainkan bersama Tuhan dan GuruNya, Sang Kehidupan dan Kebangkitan.

Tuhan datang bukan untuk menjawab setiap tanya menyangkut penderitaan. Dia datang untuk menebus manusia dengan menanggung dosa dan derita mereka. Oleh karena itu, berdiri di dekat salib Tuhan sungguh memberi kekuatan. Dia bersama kita, menemani kita, sampai ke gerbang maut sekalipun. Oleh sebab itu, namaNya adalah Immanuel.

Pertanyaan manusia menderita: Allah, di manakah Engkau? dalam diri Yesus, dijawab bukan dengan sebuah pernyataan tetapi dengan misteri salib, di mana terdengar seruan yang di satu sisi jauh lebih agung dari pertanyaan di atas, tetapi di sisi lain berasal dari jurang sepi-derita paling dalam yang pernah ada dalam sejarah umat manusia: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?… Kini, Tuhan Yesus yang berkata: seandainya engkau di sini, di bawah salibKu…

Dari deritaNya, lewat bilur-bilur dan lukaNya, kita disembuhkan dan memperoleh kekuatan. Maka, dekatilah, rindukanlah, hampirilah Dia yang menderita dan wafat untuk kita serta bangkit juga demi kita. Dalam Ekaristi, kita kenangkan korban cintaNya dan kemuliaan kebangkitanNya.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

4 pemikiran pada “Sekiranya Engkau di sini…

  1. tks.. renungannya Mo…

    Menyentuh sekali…
    Saya mau nangis… waktu baca tulisan Romo.. Allah duduk di kursi tersangka…
    krn kadang, saya juga begitu menjadikan Allah sbg tersangka…
    mungkin bukan bertanya :” Tuhan, dimanakah Engkau…”
    tapi saat lagi kesal, sedih, marah, suka bertanya : koq gini ya Tuhan… koq gitu sich Tuhan…

    Renungan ini menyadarkan saya, disaat masalah datang, jangan mengeluh, tapi diamlah di bawah salib Tuhan.. karena itu memberikan kekuatan, Dia selalu beserta kita.. Dia Immanuel… nama yang sangat saya sukai..

    sekali lagi tks Mo Ut renungannya..

    Tuhan Yesus Memberkati
    Bunda Maria Melindungi

    1. Terima kasih Yen untuk tanggapannya. Seperti halnya cinta, derita juga suatu ‘misteri’, artinya yang melampaui apa yang kelihatan dan yang dapat dipikirkan oleh akal manusia. Iman kita mempunyai jawaban untuk misteri cinta dan derita, yaitu salib Tuhan. Itu sebabnya, tanda salib menjadi tanda pengikut Kristus sebab di dalam tanda itu kita diselamatkan. Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s