Perintah Kasih

 

 

 

Jumat dalam Pekan ke 20 Masa Biasa Tahun A

Rut 1:1,3-6,14b-16,22, Mzm 146:5-6,7,8-9a,9bc-10, Mat 22:34-40

Mon Dieu! Qu’aimerons-nous donc si nous n’aimons pas l’Amour? Allahku ! Adakah yang akan kami cintai jika kami tidak mencintai Sang Cinta ? (St Yohanes Maria Vianney)

Sanggupkah kita mencintai tanpa memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Sang Cinta itu sendiri ? Tanpa mendengarkan dan merenungkan ajaranNya ? Tanpa menerima pemberian DiriNya di atas kayu salib yang dikenangkan dalam Ekaristis suci ? Tanpa mengalami kenyataan mendasar bahwa untuk sungguh-sungguh hidup kita membutuhkan Dia ? Tanpa kesadaran bahwa Dia senantiasa memperHATIkan kita, bukan sebagai hakim tetapi sebagai Bapa penuh kasih yang tidak membiarkan sehelai pun rambut kita jatuh tanpa sepengetahuanNya ?

Pada kenyataannya, kita tidak mungkin dapat mencintai apa pun dan siapa pun tanpa lebih dahulu mengalami cintaNya. Seperti sungai tidak akan mengalirkan air tanpa mata air, demikian pula hidup manusia tidak akan mengalirkan cinta tanpa relasi dengan Allah yang adalah Kasih.

Injil hari ini mengundang setiap murid Kristus untuk meletakkan diri di bawah kasih Allah agar mampu mulai mengasihi diri sendiri dan sesama. Ketika seorang Farisi bergelar Phd (doktor) dalam bidang hukum agama bertanya tentang perintah yang paling utama, Yesus menunjukkan akar dari semua perintah agama : kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, sukmamu dan tenagamu, inilah perintah pertama, dan perintah kedua yang serupa dengannya adalah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dengan kata lain, Tuhan mendorong setiap penyembahNya untuk menghargai diri sendiri dan sesama. Allah tidak membutuhkan pujian manusia. Manusia memuji Allah sebab tanpa itu dia tidak bisa menghayati hidupnya secara berarti dan arti hidup manusia terletak pada kasih. Singkat kata, tanpa Allah manusia tidak dapat mengasihi dan tanpa kasih hidup manusia tidak saja akan kehilangan artinya yang sejati tetapi akan punah.

Godaan di jaman sekarang adalah menyamakan kasih dengan berbuat baik dan memisahkan perbuatan baik itu dari doa. Ada ungkapan yang sering terdengar : jadi murid Tuhan berarti berbuat baik dan itu cukup. Akan tetapi, kasih lebih dari sekedar berbuat dan perbuatan. Kasih pertama-tama adalah sebuah pengalaman perjumpaan yang begitu mendalam dengan Sang Kasih yang adalah Allah dan pengalaman itu mengubah serta membarui kehidupan seseorang. Itulah kasih. Berbuat baik adalah buah dari pengalaman mendapat kebaikan tertinggi yaitu dikasihi Allah tanpa batas. Tanpa pengalaman ini, yang ada bukanlah perbuatan baik tetapi pencarian kepentingan diri yang dibungkus kebaikan.

Maka tepatlah 6 jalan sederhana yang diajarkan Ibu Teresa dari Kalkuta : keheningan melahirkan doa, doa melahirkan iman, iman melahirkan kasih, kasih melahirkan pelayanan dan pelayanan melahirkan damai. Semua diawali dalam keheningan doa ; dalam relasi erat dengan Allah ; dalam kesadaran bahwa diri ini sudah lebih dulu dikasihi sejak awal permulaan dan akan terus dikasihi.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

3 pemikiran pada “Perintah Kasih

  1. Tks.. Mo Ut.. renungannya…

    senengnya Mo Ut nulis lagi…

    kangen dengan renungan2 Mo Ut…
    😛

    Tuhan Yesus Memberkati
    Bunda Maria Melindungi
    Amien..
    🙂

  2. 6 jalan sederhana yang diajarkan Ibu Teresa dari Kalkuta :
    keheningan melahirkan doa,
    doa melahirkan iman,
    iman melahirkan kasih,
    kasih melahirkan pelayanan dan
    pelayanan melahirkan damai.
    Semua diawali dalam keheningan doa ; dalam relasi erat dengan Allah ; dalam kesadaran bahwa diri ini sudah lebih dulu dikasihi sejak awal permulaan dan akan terus dikasihi.

    INDAH DAN SUNGGUH MEMBERIKAN KESEJUKAN SEPERTI OASE DI HATI KITA…….

    Thanks buanget mo Ut…….TYM-BMM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s