Tentang Allah Tri Tunggal_1: Allah Yang Esa dan Maha Kuasa

Aku percaya akan Allah, Bapa yang maha kuasa, pencipta langit dan bumi… inti iman para murid Tuhan dibuka dengan keyakinan akan Allah yang Esa sekaligus Maha Kuasa. Keyakinan ini berakar kuat pada iman bangsa Israel, saudara tua umat Kristen dalam iman. Berbeda dari bangsa-bangsa lainnya yang meyakini dan menyembah banyak ilah, Gereja secara mantap meyakini bahwa Allah itu Tunggal dan sekaligus Maha Kuasa. Ketunggalan Allah terungkap dalam sebutan Bapa, yang berarti sumber segala sesuatu yang ada. Sebutan Maha Kuasa ingin menyatakan bahwa kuasaNya meresapi segala sesuatu yang ada karena semuanya diciptakan olehNya. Keyakinan ini dibela dan dihayati berkat permenungan yang mendalam atas Kitab Suci. Pengaruh gagasan dunia luar belum banyak dirasakan manfaatnya untuk mengkomunikasikan keyakinan iman ini.

Keadaan ini berubah terutama ketika Para Pembela Iman tampil ke muka untuk berbicara demi iman yang mereka bela. Dunia yang menyembah banyak dewa tentu tidak mengenal Kitab Suci yang menjadi inspirasi hidup Gereja. Oleh karena itu, Para Pembela Iman menggunakan gagasan dan metode para filsuf yang dikenal saat itu sebagai sarana untuk memperkenalkan dan membela iman akan Allah yang Esa dan Maha Kuasa. Aristides dari Athena, misalnya, menggunakan ide yang dikembangkan oleh Aristoteles tentang ‘penggerak yang tidak digerakkan.’ Segala sesuatu yang bergerak, kata Aristoteles, pasti digerakkan oleh sesuatu lainnya. Dengan demikian, alam semesta yang bergerak ini adalah mata rantai gerakan yang begitu besar di mana gerakan bagian yang satu menyebabkan gerakan bagian lainnya. Mata rantai ini, lanjutnya, pasti punya awal sekaligus sumber gerakannya. Awal dan sumber gerakan ini harus bergerak sendiri tanpa ada yang menggerakkannya, sebab kalau ada yang menggerakkannya dia bukanlah awal dan sumber segala gerakan. Menurut Aristides, sumber dan awal gerakan inilah yang oleh umat beriman dikenal sebagai Tuhan-Allah.

Seperti Aristides, Justinus martir juga memanfaatkan olah pikir filsof besar Yunani untuk membela iman akan Allah Yang Esa. Ia menggunakan permenungan Plato ketika menjelaskan bahwa segala yang ada diciptakan oleh Allah dari bahan kasar yang belum punya bentuk. Tentu Justinus berkeyakinan bahwa bahan kasar yang tak berbentuk ini juga dicipatkan Allah. Hal ini perlu digarisbawahi sebab dalam alur pemikiran Plato, Demiurge atau pencipta zat jasmani, membuat benda-benda dari materi kasar sebagai bahan dasarnya dan bahan dasar ini bersifat kekal, atau tidak diciptakan. Maka, dalam keyakinan saat itu, mengikuti arah pemikiran Plato, garis tegas antara pencipta dan zat ciptaan belum begitu terlihat karena keduanya, baik Demiurge maupun zat ciptaan, sama-sama bersifat kekal. Kembali menurut Justinus, alam semesta ini terjaga kelangsungannya berkat Logos atau Firman yang keluar dari Allah yang tunggal.

Irenius tidak memanfaatkan pemikiran para tokoh filsuf besar Yunani tetapi, dalam perdebatannya dengan gerakan Gnosis yang mengakui beragam tingkat keilahian, Irenius mengundang orang untuk menggunakan akal sehat. Gerakan Gnosis mencoba di satu sisi memisahkan Allah yang bersifat roh murni dari zat jasmani yang dianggap kotor tetapi di sisi lain mencoba mempertahankan keyakinan akan kemahakuasaan mahluk-mahluk ilahi. Oleh karena itu, mereka menciptakan sebuah keyakinan ini: agar tidak tercemar, Allah, menurut Gnosis, perlu melahirkan ilah-ilah lain, dan ilah-ilah inilah yang menciptakan dan sekaligus berurusan dengan kenyataan jasmani yang kotor itu.  Irenius menyerang keyakinan ini dengan bertanya: bagaimana mungkin para ilah itu disebut mahakuasa jika di atas mereka masih ada pihak lain yang lebih kuat? Menurut Irenius, Allah itu Esa dan sekaligus Maha Kuasa. Ia menguasai dan mengatur semesta melalui FirmanNya dan Kebijaksanaan atau RohNya.

(JND Kelly, Early Christian Doctrines, Continuum, 2000, hlm. 83-87)

Satu pemikiran pada “Tentang Allah Tri Tunggal_1: Allah Yang Esa dan Maha Kuasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s