Keselamatan Orang Asing dan Kehidupan Murid Tuhan yang Sejati

Senin, 27 Februari 2012, Minggu I Pra Paskah

Pintu gerbang utama katedral Notre Dame Paris dihiasi oleh pahatan yang berkisah tentang Pengadilan Terakhir. Kisah ini sengaja diletakkan di atas gerbang utama untuk mengingatkan para pendoa agar tidak menunda pertobatannya: ibadah yang sejati adalah ibadah yang mendorong pada dan sekaligus buah dari tobat. Akan tetapi, pertobatan Kristen lebih dari sekedar menjauhi api neraka demi mendapat tempat di surga. Pertobatan Kristen harus menjadi sebuah kesaksian atas kehidupan surgawi itu sendiri – sebuah kehidupan yang mencerminkan relasi penuh keakraban antara manusia-Allah. Dengan kata lain, pertobatan Kristen adalah sarana yang dipakai Allah untuk menarik dunia semakin dekat padaNya.

Itulah pesan yang dapat ditarik dari bacaan Injil hari ini. Banyak yang mengira bahwa bacaan Injil hari ini adalah seruan untuk melakukan amal kasih, sebuah perintah moral supaya bisa selamat masuk surga. Ada beberapa kejanggalann dalam perumpaan Tuhan yang mengundang kita untuk melihat lebih dalam lagi dari kesan pertama ini. Mereka yang digambarkan sebagai domba ditampilkan sebagai pihak yang tidak mengenal Tuhan: bagaimana kami tahu bahwa kami telah memberi Engkau tumpangan ketika Engkau orang, asing, roti ketika Engkau lapar, pakaian ketika Engkau telanjang… Mereka sungguh tidak mengenal Tuhan, mereka tidak melihat Tuhan dalam diri orang-orang yang kesusahan. Yang mereka lakukan adalah menolong pihak yang disebut Tuhan sebagai yang paling kecil dari saudara-saudaraNya. Siapakah pihak yang paling kecil ini?

Dalam bagian lain, Tuhan Yesus menyebut para muridNya sebagai kawanan kecil. Oleh karena itu dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pihak yang paling kecil dalam perumpaan ini adalah para murid Tuhan sendiri. Dengan demikian, para murid Tuhan, yang sungguh-sungguh hidup sebagai murid Tuhan yang sejati, adalah para wakilNya di dunia, hingga apa yang dibuat orang pada mereka juga dibuat bagi Tuhan. Perumpaan ini tidak berkisah tentang bagaimana murid Tuhan dapat masuk surga tetapi sebaliknya bagaimana orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dapat selamat: yaitu dengan hidup berdampingan dan saling menolong dengan para murid Tuhan yang sejati.

Kuncinya ada di dalam diri para murid Tuhan itu sendiri: apakah hidup mereka sungguh-sungguh dipimpin dan dipenuhi oleh kehadiran Tuhan, seperti yang ditulis Paulus: bukan lagi aku yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Keselamatan mereka yang tidak mengenal Tuhan tergantung dari kesaksian para murid Tuhan yang sejati, yang hidup layaknya kawanan kecil dan lemah.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

2 pemikiran pada “Keselamatan Orang Asing dan Kehidupan Murid Tuhan yang Sejati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s