Jesus Christ Superstar Versi Indonesia akan Dimainkan oleh Teater Koma

http://derricklferguson.files.wordpress.com/2011/11/superstar22.jpg

Sebuah berita menggembirakan mendarat di kotak pos dunia maya saya hari ini. Isinya tentang rencana pagelaran Opera Yesus dalam bahasa Indonesia, saduran rock opera terkenal Jesus Christ Superstar, karya Andrew Llyod Webber. Komisi Liturgi KWI merangkul Teater Koma untuk pertunjukan tersebut. Sudah sangat lama saya menantikan peristiwa ini. Pilihan KWI untuk meranggul Teater Koma saya nilai tepat, karena kelompok teater tersebut hampir selalu memadukan unsur nyanyian dan gerak badan dalam pementasannya.

Saya ‘jatuh cinta’ dengan karya Andrew Llyod Webber yang satu ini. Karya pemusik kelahiran London ini berkisah tentang hari-hari terakhir dalam hidup Yesus. Drama musikal Jesus Christ Superstar saya dengarkan untuk pertama kalinya ketika saya tinggal di Wisma Cempaka Putih (Sekarang Wisma Yohanes Paulus II). Saya ingat waktu itu sedang berada di dalam kamar seorang kakak kelas. Sambil mengobrol, saya melihat sebuah kaset dengan sampul muka bergambar dua kerubim dan tulisan: Jesus Christ Superstar. Saya bertanya, ini kaset apa. Kakak kelas itu menjawab kira-kira begini,,”Lagu aneh, ‘gak bagus.” Penasaran, saya minta ijin untuk mendengarkan kaset itu di kamar saya.

Rasa terkejut bangkit di dalam diri saya begitu mendengar album tersebut. Luar biasa. Belum pernah saya dengarkan jenis musik seperti ini sebelumnya. Saya awam dalam hal musik, tetapi saya bisa merasakan kehadiran unsur musik rock lewat gitar dan gitar bass elektrik dan unsur musik klasik lewat orkestra. Beragam unsur musik tersebut menjadi latar belakang bagi melodi-melodi cantik yang menari indah dan langsung akrab di telinga dan hati.

Keindahan musik tadi berpadu mesra dengan syair yang bersifat populer sekaligus menyentuh karya tangan Tim Rice. Coba saja simak alunan syair berikut ini: Don’t you think it’s rather funny/ I should be in this position / I’m the one who’s always been /So calm, so cool, no lover’s fool, /Running every show. /He scares me so (I don’t know how to love him). Syair ini berkisah tentang Maria Magdalena yang sedang kebingungan karena tidak tahu bagaimana caranya mencintai pribadi luar biasa yang ia kenal bernama Yesus.

Belum lagi syair agak nakal dalam Herod’s Song yang berkisah tentang sikap Herodes di depan Yesus yang baru saja ditangkap. Salah satu potongan syairnya berbunyi demikian: So, you are the Christ, you’re the great Jesus Christ. /Prove to me that you’re no fool;/ walk across my swimming pool. /If you do that for me, then I’ll let you go free. /Come on, King of the Jews.

Perpaduan manis antara melodi nan indah dan syair yang menyentuh sekaligus nakal dalam Jesus Christ Superstar telah melambungkan nama Andrew Llyod Webber dan Tim Rice ke pentas Internasional. Teater Koma mendapat tantangan besar untuk membawa kelincahan, kebebasan dan kedalaman drama musikal ini ke dalam bahasa Indonesia.

Lisieux, 14 Agustus 2012

Satu pemikiran pada “Jesus Christ Superstar Versi Indonesia akan Dimainkan oleh Teater Koma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s