Gembala Bertaring Serigala Atau Peladang Cinta…?

Rabu dalam Minggu Biasa XX

Tugas pelayanan membutuhkan sarana dan kadar kekuasaan secukupnya. Seringkali, terbuai oleh sarana dan kuasa, mereka yang dipercayai menjalankan tugas pelayanan berubah menjadi penguasa yang menuntut pelayanan. Hal inilah yang dibuat oleh raja-raja Yehuda sebelum kerajaan mereka akhirnya ditaklukkan oleh Babilonia dan penduduknya dibuang ke sana. Nabi Yehezkiel memvonis para raja itu seperti para gembala yang menikmati susu domba-domba, dari bulunya kamu buat pakain, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan (Yeh. 34:3).

Oleh karena itu, kalau para domba itu sekarang terserak di pembuangan, itu semua karena kesalahan para raja yang menyalahgunakan kepercayaan dari Tuhan, Sang Gembala Sejati Bangsa Israel. Sambil menolak bentuk kerajaan yang menutup diri dari teguran dan koreksi para nabi utusanNya, Allah berjanji: Aku sendiri akan memperhatikan domba-dombaKu dan akan mencariNya (Yeh. 34:11).

Dan memang, dalam diri Yesus, Allah tampil sebagai Sang Gembala yang selalu mengambil langkah pertama untuk keselamatan umat kesayanganNya. Setelah menolak para gembala, yaitu para raja Israel dalam Perjanjian Lama, sekarang Allah memanggil para pekerja baru untuk berkarya membangun kebun anggurNya. Kebun anggurNya adalah KerajaanNya dalam dunia, dalam hati manusia, dalam diri kita. Merawat kebun anggur berarti mengajar dan memberi kesaksian tentang kasih Allah.

Untuk mampu mengajarkan kasih Allah, para pekerja baru ini harus lebih dahulu mengalami apa itu kasih Allah. Setiap pekerja yang dipanggil memiliki kesulitannya sendiri-sendiri: ada yang harus menanggung panas terik karena beban kerja seharian dan ada pula yang sepanjang hari menanggung beban mental karena merasa tidak berguna akibat tidak mendapat pekerjaan. Setiap pekerja diterima oleh Allah dan semuanya sama di hadapan Allah. Perkara siapa yang lebih baik bukanlah urusan para pekerja. Itu hak Sang Empunya Kebun Anggur. Jika para pekerja mampu mendalami kasih Allah ini, yang menerima setiap pekerja dan memberinya upah berdasarkan belas kasih, maka mereka siap mengajarkan kasih itu kepada dunia.

Dengan demkian, para pekerja baru sadar bahwa mereka telah lebih dahulu diterima dan dikasihi Allah. Mereka dapat menghindari kesalahan para gembala lama yang berubah menjadi srigala karena mencium aroma harum sarana, harta, dan kuasa.

Marilah kita menjauhi segala hal yang berkialu untuk mencintai kekerdilan kita. Cintailah kenyataan bahwa kita ini lemah, sampai kita merasa bukan siapa-siapa; maka kita akan menjadi miskin dalam roh dan Tuhan Yesus akan datang mencari kita betapa pun jauhnya kita dan Ia akan mengubah kita menjadi nyala cinta…

St Teresa dari Kanak-kanak Yesus

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Lisieux, 22 Agustus 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s