Kuasa Kerajaan dalam Kelemahan Pewarta

Sabtu, 5 Oktober 2013

believe

Setiap orang pernah berbuat salah. Tidak ada yang paling dirindukan orang yang berbuat salah selain diterima, diampuni dan dikuatkan lagi. Ketika penerimaan, pengampunan dan peneguhan itu ditawarkan, kesalahan dapat menjadi jalan menuju perubahan yang lebih baik.

Itulah yang ditawarkan Yahwe melalui seruan nabiNya Barukh, kepada umat Israel di pembuangan Babilonia. Di tengah tanya mengapa bangsa pilihan Allah mengalami pembuangan, sang nabi memberi penjelasan: karena engkau membangkitkan murka Allah dengan menyembah berhala. Sang nabi tidak memperlunak dakwaannya kepada bangsa Israel yang berdosa. Kesalahan mereka dipaparkan di depan mata. Tetapi, di sisi lain, belas kasih dan pengampunan tetap ditawarkan: Allah tidak ingin memusnahkan engkau. Ia ingin engkau kembali berada di dekatNya. Inilah Allah yang diimani bangsa Israel: keras sekaligus penuh kasih. Tegas terhadap segala yang menghancurkan kemanusiaan, yaitu dosa, tetapi lembut terhadap pendosa yang mengakui kesalahannya. Iman ini mereka terima dari nenek moyang mereka: Abraham, Iskak, Yakub, dan para nabi. Hidup para pendahulu mereka menjadi sarana penyampaian iman akan Allah. Manusia yang lemah diberi kepercayaan untuk menyampaikan iman yang begitu dasyat: iman akan Allah yang mampu memberika makna pada ‘lubang hitam’ kehidupan yang disebut penderitaan dan kematian. Bangsa Israel yang lemah, dipilih untuk memperkenalkan Allah yang esa dan maha kuasa kepada dunia.

Kelamahan penyaksi iman dan kedasyatan iman yang diwartakan, itulah yang menjadi tema Injil hari ini. Ketika menerima ke 72 murid yang kembali kepadaNya, Yesus memuliakan Allah yang tidak ragu mempercayakan tugas mewartakan kekuatan KerajaanNya melalui hidup para murid yang lemah dan ringkih.  Iman Kristen tergantung terutama pada kesaksian hidup para penganutnya dan bukan pertama-tama pada institusi, kehebohan upacara, atau keberhasilan dan kehebatan menurut ukuran dunia.

Hari ini, Tuhan pun mempercayakan kesaksian itu kepadamu, kepadaku, kepada siapa saja yang telah disentuhNya… Kita lemah tetapi kita dipanggil menjadi saksiNya.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s