Kenal Tak Selalu Berarti Sayang

Rabu, 5 Februari 2014
Minggu Biasa Pekan 5
2Sam. 24:2,9-17; 
Mzm. 32:1-2,5,6,7; 
Mrk. 6:1-6

image

Ungkapan “tak Kenal maka tak sayang” sudah begitu akrab bagi kita. Sayangnya, ungkapan itu tak berlaku pada diri Yesus dalam Injil hari ini. “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan (bahkan) di rumahnya ( sendiri).” Yesus ditolak oleh mereka yang mengkIaim diri sebagai yang paling mengenaINya. Penginjil Markus tidak memberi alasan mengapa mereka menolak Yesus. Tapi, satu pesan disampaikan dalam Kisah ini: dekat dan kenal Yesus secara fisik tidak cukup untuk membuat seseorang jadi beriman. Yang diperlukan adalah pengalaman pertobatan serupa dengan yang dialami rasul Petrus:  dari merasa bisa melakukan semuanya sendirian sampai mengakui tak bisa hidup tanpa Tuhan.

Injil hari ini mengundang kita untuk menjadi rendah hati : pembaptisan dan keanggotaan kita dalam Gereja bukanlah tujuan akhir yang dapat menjamin begitu saja kehidupan abadi. Baptis yang Kita terima adalah titik awal untuk mati bagi dosa dan hidup demi Allah. Rahmat pembaptisan memampukan kita untuk mewujudkannya.

Tuhan Yesus Memberkati dan Bunda Maria melindungi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s