Menjadi Terang

Lukas 8, 16-18

Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.

Kegelapan tidak menghapus takdir pelita untuk menyala dan memberi terang. Demikian juga dengan manusia: pengalaman pahit bukan kata akhir untuk kebaikan yang menjadi asal sekaligus tujuan manusia dan kehidupannya. Manusia diciptakan untuk menjadi terang, untuk menjadi semakin baik, semakin manusiawi, semakin ilahi.

Bagaimana itu dapat terjadi?

perhatikanlah caramu mendengar.

Manusia dapat menjadi terang, memenuhi tujuannya diciptakan, dengan mendengar… mendengar berarti menjalin relasi, membangun komunikasi. Mendengarkan berarti menyediakan hati bagi Dia yang bersabda; mendengarkanNya dengan sebuah sikap mistik: tiada hal lain yang lebih penting dari Dia yang saat ini bersabda padaku.

Senin, 22 September 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s