Natal yang Membebaskan

Correggio_-_The_Holy_Night_-_Google_Art_Project

Senin kemarin (22/12/2014), Paus Fransiskus, mengundang para Kardinal dan Uskup dalam Kuria Roma untuk mempersiapkan diri menyambut Natal dengan melakukan sebuah pemeriksaan batin. Paus mengundang para anggota Kuria untuk memeriksa batin dengan menyadari 15 kenyataan rohani yang dapat mengancam kesucian dan pelayanan mereka. Kenyataan-kenyataan rohani ini dikategorikan oleh Paus sebagai “penyakit-penyakit rohani”.

Penyakit rohani pertama yang Beliau sebutkan adalah merasa diri kekal, abadi dan tak tergantikan. Penyakit ini bersumber dari kecenderungan untuk memandang diri sendiri lebih unggul dari semua orang dan bukan sebagai pelayan bagi semua orang. Gambaran diri buatan sendiri menjadi pusat dan bukan gambaran Allah yang terpancar dari wajah sesama manusia, khususnya mereka yang menderita.

Dalam permenungan saya, penyakit rohanilah inilah yang menjadi sumber dari sekian banyak kejahatan dan kemalangan yang terjadi di muka bumi. Ketika merasa diri sebagai pusat dari semuanya, merasa diri abadi dan tak tergantikan, seseorang mengangkat dirinya setaraf dengan pencipta. Dalam posisi seperti itu, ia merasa punya kuasa atas segala hal di luar dirinya: baik itu alam lingkungan maupun hidup manusia di sekitarnya. Oleh karena itu, merebaklah perusakan alam demi kepentingan diri sendiri. Demi nama kebenaran sendiri atau demi nama tuhan dan kebenaran versi pribadi, orang tega menyiksa dan membunuh orang lain. Atas nama kebenaran sendiri, orang lain dikritik, direndahkan; hati bersukacita melihat kegagalan dan kejatuhan mereka yang dianggap saingan. Inilah bentuk terburuk dari egoisme: merasa diri sebagai tuhan.

Dalam Kitab Suci diceritakan bagaimana manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh dari Taman Firdaus dan menjadi jauh dari Tuhan karena terjangkit penyakit rohani ini: mereka ingin menjadi Tuhan, ingin menyamai Tuhan. Bangsa Israel terjebak dalam penyakit yang sama. Kita dapat merasakan kesedihan nabi Yesaya ketika ia mengeluh: “Lembu mengenal pemilikinya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.” (Yes 1:3).

Malam Natal menjadi malam penuh sukacita karena akhirnya umat manusia mendapat kesempatan untuk terbebas egoisme parah yang menjangkiti batinnya. Seperti yang disampaikan  oleh malaikat kepada para gembala: ” …aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Tanda yang diberikan kepada para gembala adalah: seorang bayi dalam palungan. Palungan menjadi salah satu tanda, karena akhirnya berkat kedatangan Tuhan, manusia dapat menjadi seperti “lembu dan keledai” dalam nubuat Yesaya, yaitu mengenal siapa sesungguhnya “Sang Pemilik dan Pencipta” kehidupan. Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia dari keegoisan akut yang menjangkitinya. Hanya Allah yang lahir sebagai manusia yang mampu membawa kembali hati “anak-anak kepada Bapa-nya”. Hanya melalui wajah Allah sendiri yang terpancar dari wajah seorang bayi di dalam palungan, manusia tidak lagi memandang dirinya sendiri secara narsis tetapi mulai memandang wajah Allah sebagai pusat.

Oleh karens itu, barisan tentara surgawi menyambut keajaiban karya penyelamatan Allah ini dengan bernyanyi: “Kemuliaan bagi Allah di tempat maha tinggi dan damai sejahtera di bumi bagi manusia yang mencintai-Nya.” Mencintai dalam Kitab Suci berarti mengenal dia yang dicintai secara sungguh-sungguh dan mendalam. Di hadapan Dia yang dicintai, manusia akhirnya terbebas dari penjara egoisme dan bersujud sambil berkata: “Kami ini hanyalah hamba-hamba yang tak berguna; kami melakukan apa yang memang sudah seharusnya kami lakukan.”

Selamat Natal penuh cahaya dan sukacita.

Paris, Rabu 24 Desember 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s