Seri Kosa Kata Kristen (Bapa-bapa Apostolik): Liturgi

la_communaute_III_5

Yunani Klasik:

Istilah liturgi berasal dari Yunani Klasik, LEITOURGIA, yang berarti fungsi publik atau umum. Fungsi publik meliputi banyak bidang seperti administrasi, pertunjukan teater dan juga upacara keagamaan. Kata kerja yang berhubungan dengan fungsi publik ini adalah LEITOURGEO yang berarti menjalankan fungsi publik, melayani. Sementara itu, orang yang menjalankannya disebut LEITOURGOS (Laos: rakyat, orang banyak – Ergon: kerja, kegiatan).

Perjanjian Baru:

Dalam Injil, istilah liturgi hanya disebutkan satu kali (Lk 1:23: “Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya (leiturgias), ia pulang ke rumah”). Istilah tugas jabatan dalam Lk 1:23 merujuk pada pelayanan imamat Zakaria. Dalam Kisah Para Rasul, istilah yang berkenaan dengan liturgi juga disebutkan satu kali ( Kis 13:2: Pada suatu hari ketika mereka beribadah (leitourgounton) kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus:”Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka”). Dalam surat-surat, kata liturgi punya tiga makna berbeda:

  • kata liturgi paling sering dikaitkan dengan pelayanan dalam upacara keagamaan. Surat kepada umat Ibrani paling sering menggunakan istilah liturgi dalam arti ini (enam kali).
  • makna ‘profan’ kata liturgi digunakan dalam surat rasula Paulus kepada jemaat di Roma (Rom 13:6: Itulah sebabnya kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan (leitourgoi)  Allah). Pelayan-pelayan yang dimaksud di sini adalah para pejabat publik Roma.
  • dalam beberapa kasus, istilah liturgi berkenaan dengan pelayanan umum yang dilaksanakan dengan semangat kasih (contohnya 2 Korintus 9:12: Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian (leiturgias) ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah). Nampak di sini bagaimana istilah umum yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari diberi nilai rohani sesuai dengan iman Kristen.

Dalam Surat-surat par Bapa Apsotolik:

Dalam tulisan para Bapa Apostolik, istilah liturgi hanya memiliki makna rohani. Surat Gembala Hermas menggunakan istilah liturgi dalam maknanya yang paling luas, yaitu segala tindakan baik bagi kemuliaan Tuhan. Didake menyebut dua kata yang berkenaan dengan liturgi: Pilihlah di antara kalian para uskup dan diakon yang akan melayani kalian segala pelayanan yang dibuat para nabi dan doktor. Dalam teks tersebut, istilah liturgi menyangkut pelayanan yang dapat dijalankan oleh mereka yang dipilih oleh Tuhan. Surat Clemens dari Roma menggunakan istilah liturgi sebanyak 17 kali. Dalam banyak kasus, istilah ini berkenaan dengan pelayanan altar yang berkaitan dengan tugas seorang imam. Dalam kasus lainnya, istilah liturgi juga menyangkut tugas mereka yang dipilih Tuhan untuk menggembalakan domba-domba. Namun demikian, secara keseluruhan, surat dari Clemens mengundang para pembacanya untuk memaknai liturgi sebagai “tugas pelayanan paling agung”, yaitu melantunkan kemuliaan Tuhan dan mengenalkan Tuhan kepada manusia.

Kesimpulan:

Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, jemaat Gereja Perdana memberi makna rohani pada istilah liturgi (yang aslinya menyangkut petugas masyarakat dan pelaksanaannya). Dalam bahasa latin, istilah liturgi diambil dari kata bendanya, LEITURGIA, menjadi liturgia, yaitu pelayanan bagi Allah dan manusia.

Bagi kita: dari sejarahnya, istilah liturgi tidak dapat dipisahkan dari pelayanan bagi kemuliaan Tuhan dan sesama. Istilah liturgi yang sekarang terbatas pada “pelayanan seputar altar” tetap tidak terpisahkan dari semangat dan amal kasih karena Allah yang dilayani dalam perayaan liturgis adalah Allah yang mengasihi manusia. Kasih pada Allah di seputar altar diteruskan dalam kasih pada Allah dalam diri sesama, khususnya yang serba kekurangan. Semangat para petugas liturgi pun, dengan demikian, bukan hanya semangat memenuhi aturan baku upacara tetapi semangat menularkan kasih agar Allah dapat lebih dikenal sebagai Bapa semua orang.

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Paris, Senin, hari kelima dalam Oktav Natal, 29 Desember 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s