Dia Datang Menyembuhkan

Yes. 58:9b-14; Mzm. 86:1-2,3-4,5-6;
Luk. 5:27-32.

image

Jika Tuhan tidak bisa memahami pendosa, hilanglah harapan manusia.
(Calvary)

Pendosa disamakan dengan orang sakit. Dan di jaman Yesus, dosa dianggap satu penyakit menular. Oleh karena itu, orang Yahudi yang saleh tidak akan sudi berada di dekat pendosa karena takut tertular.

Salah satu sumber utama dari sikap ini adalah hukum kemurnian. Berdosa berarti mengotorkan diri dengan hal yang tidak murni, dengan yang najis, yang jahat di mata Tuhan. Pemungut cukai dipandang pendosa dan kotor karena mereka bergaul dan berkolaborasi para penjajah Roma, alias orang-orang kafir yang tidak murni. Sebagai penarik pajak yang memungut uang di gerbang utama kota, seorang pemungut cukai juga menajiskan dirinya dengan menyentuh koin bergambar Kaisar: satu berhala di mata orang Yahudi. Maka, pemungut cukai pun dijauhi, dihindari, dan diasingkan, sama seperti pelacur dan pendosa lainnya.

Apa yang dibuat Yesus sungguh suatu skandal tidak saja bagi orang-orang pada jamanNya tetapi juga bagi jemaat Gereja Perdana. Tidakkah Yesus mempertaruhkan kemurniaan dan reputasiNya dengan menempatkan diri di dekat para pendosa? Jawaban Yesus menjadi pusat Injil hari ini: Bukan orang sehat yang memerlukan dokter tapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdoa supaya mereka bertobat.

Sementara orang-orang sejamanNya mengasingkan pendosa, Yesus justru menyembuhkan pendosa.

Untuk itulah Ia datang, untuk membasuh bilur-bilur luka kita yang sudah bernanah akibat dosa dan pelanggaran kita. Berkat sengsara dan wafat serta kebangkitanNya, kita dipulihkan. Satu pesan untuk kita: Dia tidak jijik dengan dosa kita dan tidak takut tercemari oleh pelanggaran kita karena Dia Maha Kuasa dalam KasihNya. Sebuah undangan agar kita tak putus asa manakala jatuh dalam dosa dan bersyukur atas karya penebusanNya. Bukankah, demi pendosa, Dia rela menjadi pendosa dengan wafat di kayu Salib, di luar tembok kota, layaknya orang yang diasingkan dan disingkirkan? Namun, yang dibuang oleh manusia diagungkan Allah Bapa dengan membangkitkanNya.

Seperti tanah kering
Dihujam teriknya penghakiman
Hati berseru nyaring
Menerima tetes embum pengampunan

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s