Tuhan Tahu Memberikan Kebaikan

Est. 4:10a,10c-12,17-19; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Mat. 7:7-12.

image

Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberikan pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.

Adakah perbedaan antara pemberian manusia kepada anak-anaknya dan pemberian Allah kepada mereka yang meminta kepadaNya? Bedanya, sementara manusia memberikan pemberian yang baik, Allah memberikan kebaikan itu sendiri. Satu-satunya alasan mengapa manusia yang jahat ternyata masih mampu memberikan sesuatu yang baik adalah karena Allah menciptakan manusia baik. Allah menjadi sumber kebaikan yang diam di hati manusia. Sejahat-jahatnya manusia, kebaikan itu tetap tinggal di sana. Allah menanamkan cinta dan hatiNya sendiri di dalam lubuk sukma manusia.

Dengan demikian, kita sekarang dapat menarik pesan yang tersembunyi di balik sabda Tuhan ini: mintalah maka kamu akan diberi; carilah maka kamu akan mendapat; ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Sabda Tuhan tidak hendak berpesan bahwa semua permintaan, apapun itu, akan dikabulkan. Dalam Injil Matius sendiri, Tuhan Yesus tidak serta merta mengabulkan permintaan ibu Yohanes dan Yakobus yang meminta posisi penting bagi kedua anaknya; demikian juga orang-orang Farisi tidak mendapatkan tanda dari langit yang mereka cari dan minta.

Tuhan mengundang kita untuk percaya bahwa di tengah dunia yang tampaknya dikuasai kejahatan, kebaikan masih ada dan pelan namun pasti akan menang. Mintalah, carilah, dan ketuklah merupakan ungkapan nyata dari kepercayaan dan harapan bahwa kebaikan itu ada dan akan menang. Yang kita minta dan cari adalah tanda kehadiran Sang Maha Baik dalam hidup manusia. Yang kita ketuk adalah pintu setiap hati, termasuk hati kita sendiri, agar terbuka bagi kehadiranNya, bagi tuntunanNya. Kita minta agar kita jadi baik, jadi sempurna, seperti Bapa adalah sempurna.

Untuk itulah Tuhan wafat di Salib: membela yang baik dalam hati manusia. Sekeji apapun perlakuan dunia kepadaNya, dari atas Salib, Yesus tetap memandang dengan mata Allah dan melihat bahwa semuanya itu baik.

He still finds the time to hear a child’s first prayer.
Saint or sinner call and always find Him there.
Though it makes him sad to see the way we live,
He’ll always say, “I forgive.”

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s