Merawat Relasi, Mengolah Konflik

Yeh. 18:21-28; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Mat. 5:20-26.

image

Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang marah kepada saudaranya harus dihukum…

Injil hari ini mengundang kita untuk melihat kenyataan bahwa setiap relasi manusiawi tidak pernah bebas dari konflik. Dalam Injil hari ini, kita menjumpai kata-kata yang merujuk pada ketegangan dalam berelasi seperti “membunuh,” “marah,” “memaki,” “lawan,” “pengadilan.”

Namun, Injil tidak hanya berhenti pada diskripsi tentang konflik tetapi mengundang kita untuk menghadapinya secara kristiani.

Pertama, konflik harus dihadapi sejak dini dan jangan dibiarkan menjadi lebih besar dan lebih parah. Ada tradisi dari nenek moyang, jangan membunuh. Tetapi, pembunuhan dapat dicegah bukan hanya dengan larangan melainkan juga dengan mengolah kemarahan yang tak beralasan. Konflik kecil, kalau dibiarkan, dapat tumbuh menjadi besar. Kemarahan tanpa dasar, yang tidak diolah, dapat berkembang menjadi kebencian yang merupakan kutub lawan dari kasih dan sumber semua kejahatan, termasuk pembunuhan. Maka, kepada umat di Efesus, rasul Paulus menulis: jangan berdosa, janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan jangan memberi kesempatan kepada setan. (Ef. 4, 26-27).

Kedua, pemeriksaan batin, introspeksi diri, pemurnian hati, jauh lebih utama daripada saling menyalahkan. Siapapun yang salah, jangan sampai keluar kata makian atau tudingan yang “melukai hati dan membunuh” karakter pribadi lain.

Ketiga, dengan hati kita berelasi dengan sesama; dengan hati yang sama kita berelasi dengan Tuhan. Jadi, benar sabda Yesus: kalau ada sesuatu di hati saudaramu tentang kamu, letakkan persembahanmu di depan altar dan berdamailah lebih dulu dengan saudaramu. Kita tak mungkin berdamai dengan Allah Bapa tanpa berdamai juga dengan putra-putriNya, sesama manusia. Kemuliaan bagi Allah dan keselamatan manusia tidak dapat dipisahkan.

Manusia dapat bertobat
Karena ia lebih besar dari kesalahan yang pernah dibuat

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s