Harga Mendengarkan

Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18; Mzm. 116:10,15,16-17,18-19; Rm. 8:31b-34; Mrk. 9:2-10.

image

Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Berapakah harga yang harus dibayar untuk sungguh-sungguh menjadi seorang pendengar?

Dalam bacaan pertama, Abraham mendengarkan suara Allah untuk kemudian harus naik ke atas gunung, mengorbankan putra tunggalnya, Iskak. Dalam bacaan Injil, identitas Yesus sebagai Putra Bapa, artinya yang selalu mendengarkan dan taat pada kehendak sang Bapa, dinyatakan kembali. Setelah pernyataan ilahi ini, Yesus mengabarkan kepada ketiga muridNya bahwa Ia harus menderita dan wafat untuk kemudian bangkit pada hari ketiga.

Ada yang harus ‘dikorbankan’ untuk sungguh-sungguh mendengarkan. Abraham mendengarkan Allah dan mengorbankan putranya. Yesus mendengarkan Allah Bapa dan mengorbankan hidupNya. Mendengarkan berarti membiarkan diri diubah dan dibarui. Kalau tidak ada perubahan, berarti seseorang belum sungguh-sungguh mendengarkan; ia baru mendengar. Mendengarkan, dengan demikian, dapat menjadi satu bentuk persembahan – korban.

Suara Allah dari balik awan, ” Inilah PutraKu yang Kukasihi. Dengarkanlah Dia, ” akan terus bergema di batin kita yang mendengarkanNya. Pelan namun pasti, hati kita akan diubahNya.

Mendengarkan suara Allah berarti
Membiarkan hati diubah dari tanah bersemak duri
Jadi ladang bagi benih abadi

Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s